“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan bergerak bersama menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni,” ucapnya.
Namun demikian, Kang DS mengakui adanya keterbatasan anggaran pada tahun ini akibat penurunan Transfer ke Daerah (TKD).
" Alhamdulillah, hari ini di Desa Banjarsari ada 12 unit rumah yang akan kita bedah rumah. Termasuk bantuan Kang Haji Cucun (Cucun Ahmad Syamsurijal), Anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Barat juga sudah mulai bergerak dan fokus terhadap bagaimana untuk menyelesaikan rumah tidak layak huni atau rutilahu," tuturnya.
Saat ini, anggaran yang tersedia baru mampu membiayai sekitar 560 unit rumah melalui desa dan sekitar 2.000 unit melalui sektor perkebunan, atau total 2.560 unit.
Meski begitu, Pemkab Bandung berencana menambah anggaran melalui APBD Perubahan. Hasil pembahasan bersama kepala desa pada peringatan Hari Desa Nasional menjadi dasar penguatan program tersebut.
“Biasanya melalui BKK Bunga Desa bisa enam unit per desa per tahun, sekarang baru dua unit karena harga satuan meningkat. Kebutuhan tambahan anggaran mencapai sekitar Rp16,8 miliar,” jelas Kang DS.
Ia menargetkan, dengan tambahan anggaran tersebut, pembangunan Rutilahu tahun ini dapat mencapai 4.000 hingga 5.000 unit.
Dengan demikian, sisa 15 ribu unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Bandung ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan.



