Tidak hanya bicara angka, Dadang menegaskan kemenangan PKB berbanding lurus dengan legitimasi pemerintahan. Hal itu dibuktikan dengan kemenangan Pilkada 2024 bersama Wakil Bupati Ali Syakieb yang kembali dipercaya memimpin periode 2025–2031.
“Ini mandat rakyat. Maka politik kita harus berbuah kebijakan yang dirasakan langsung,” katanya.
Disamping itu, Dadang menekankan bahwa PKB tidak boleh terjebak dalam politik lima tahunan. Ia menyebut, kekuatan partai harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Salah satunya melalui distribusi ambulans di 31 kecamatan yang telah disalurkan menjelang Idulfitri.
“Ini bukti PKB hadir, bukan hanya saat pemilu. Kita hadir saat masyarakat butuh,” tegasnya lagi.
Lebih jauh, ia mengungkap program strategis lainnya, yakni pemberian insentif bagi 19 ribu guru ngaji dengan total anggaran sekitar Rp109 miliar per tahun.
“Ini bukan sekadar program, ini keberpihakan. Kita akan perkuat dengan perda karena pesantren adalah fondasi moral masyarakat,” imbuhnya.
Kendati demikian, Dadang mengingatkan seluruh kader agar tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan bahwa kemenangan besar justru menjadi ujian konsistensi.



