| Pasca selesainya pembangunan jalan penghubung Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Bupati Bandung, Kang Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS, mengajak Ibnu Kurniawan selaku Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk melakukan peninjauan langsung kondisi Jalan Londok yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Cianjur. Peninjauan dilakukan dengan mengendarai sepeda motor guna melihat langsung kondisi ruas jalan yang masih membutuhkan penanganan lanjutan.
KDS mengatakan, dengan kondisi keuangan Kabupaten Bandung yang mengalami efisiensi anggaran akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) hingga hampir Rp 935 miliar, perbaikan Jalan Londok membutuhkan intervensi pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Hal tersebut disampaikan KDS saat peresmian Jalan Cibeber-Sukahaji di Desa Lebak Muncang, Kabupaten Bandung, Kamis (15/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, KDS menitipkan aspirasi perbaikan Jalan Londok kepada Ibnu agar dapat disampaikan kembali kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU). Ia berharap pemerintah pusat dapat membantu mempercepat penanganan ruas jalan tersebut, mengingat besarnya kebutuhan anggaran yang harus disiapkan.
"Kami sudah bersurat ke Pak Menteri, dan hari ini Pak Ibnu hadir, saya titip untuk disampaikan kembali," ujar KDS.
Menurutnya, ruas jalan dari jalan nasional menuju kawasan Londok memiliki panjang sekitar 25 kilometer. 15 Kilometer telah diperbaiki, kurang lebih 10 KM masih terdapat bagian yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Untuk melanjutkan perbaikan tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 60 miliar hingga Rp 80 miliar, jelas KDS.
Besarnya kebutuhan anggaran itu menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Bandung, terlebih kemampuan fiskal daerah mengalami tekanan akibat pengurangan TKD yang disebut mencapai hampir Rp 935 miliar.
Kabupaten Bandung sendiri memiliki luas wilayah sekitar 174 ribu hektare dengan jumlah penduduk mencapai 3,97 juta jiwa. Adapun panjang jalan kabupaten mencapai sekitar 1.500 kilometer.
Dari total tersebut, sekitar 1.100 kilometer telah diperbaiki, sedangkan kurang lebih 400 kilometer lainnya masih membutuhkan penanganan, terutama di wilayah perbatasan.
KDS berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bandung, termasuk ruas Jalan Londok yang hingga kini masih membutuhkan penanganan lanjutan.
Jalan Cibeber-Sukahaji Selesai melalui Program IJD
Dalam kesempatan yang sama, Kang DS menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Cibeber-Sukahaji yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat telah selesai melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Jalan sepanjang 2,4 kilometer tersebut diperbaiki menggunakan anggaran sebesar Rp 15,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebelumnya, kondisi Jalan Cibeber-Sukahaji sempat menjadi sorotan publik karena mengalami kerusakan dan proses pembangunannya terhenti. Pemerintah Kabupaten Bandung kemudian mengusulkan penanganan ruas jalan tersebut melalui program IJD setelah berkoordinasi dengan Kementerian PU.
"Alhamdulillah direspons melalui program IJD, Inpres Jalan Daerah," ujarnya.
KDS menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PU atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bandung.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jalan yang masih cukup besar.
Selain itu, KDS berpesan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar ikut menjaga jalan yang telah selesai diperbaiki sehingga kualitasnya tetap terpelihara dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia menargetkan seluruh jalan kabupaten di Kabupaten Bandung dapat tuntas diperbaiki pada 2028, dengan catatan ketersediaan anggaran mencukupi.*



