Home / BIROKRASI / Detail

KDS Dorong Digitalisasi UMKM dan Koperasi melalui Toko Digital Bedas

Pewarta Editor
Pewarta: HERI Editor: BR.NET Rabu, 12 Agustus 2026 07:16 WIB
KDS Dorong Digitalisasi UMKM dan Koperasi melalui Toko Digital Bedas

BANDUNG, BR.NET – Bupati Bandung, Dadang Supriatna meluncurkan aplikasi Toko Digital Bedas sekaligus meresmikan Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung. Peluncuran tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui transformasi digital.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peresmian gedung baru Dinas Koperasi dan UMKM itu turut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, jajaran Asisten, Kepala OPD, Pimpinan Cabang Bank BJB, pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/KKMP), serta para pelaku usaha.

Bupati mengatakan inovasi berbasis teknologi menjadi bagian penting dalam menghadapi era transformasi digital sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan memahami digitalisasi menjadi salah satu kunci utama.

“Setiap momen apa pun saya selalu menyampaikan, menghadapi Indonesia Emas 2045 itu ada lima pilar. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham tentang digitalisasi,” ujar bupati yang akrab disapa KDS itu.

Ia meminta aplikasi Toko Digital Bedas dapat segera diakses secara luas dan mudah oleh masyarakat, termasuk melalui platform digital seperti Play Store. Menurutnya, keberadaan aplikasi tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memperluas pemasaran produk lokal hasil produksi koperasi, UMKM, dan petani.

KDS juga menekankan pentingnya penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/KKMP) sebagai off-taker atau penampung hasil pertanian dan produk UMKM di tingkat desa.

“Petani yang selama ini mendapatkan bantuan dan subsidi dari pemerintah, wajib menjual hasil pertaniannya kepada KDKMP atau KKMP di desa masing-masing. Untuk itu KDKMP harus siap menjadi off-taker,” tegasnya.

Untuk mendukung fungsi tersebut, KDS mendorong penguatan kapasitas permodalan koperasi melalui sinergi dengan lembaga perbankan, seperti Bank BJB, bank Himbara, BPR, maupun skema pembiayaan dari LPDB Kementerian Koperasi.

Sponsored Content
Hal 1 / 2
Next

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar