KAB. BANDUNG,
| Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) melantik pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bandung periode 2026–2030 di Hotel Sutan Raja, Kamis (30/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, KDS menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan pentingnya peran LPTQ dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
KDS menyebut amanah yang diemban para pengurus LPTQ merupakan tugas mulia, namun juga memiliki tantangan besar. Berdasarkan hasil penelitian Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak-anak usia TK hingga SMP di Kabupaten Bandung baru mencapai sekitar 24 persen.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Saya minta ada intervensi, termasuk dukungan anggaran, agar anak-anak kita, khususnya yang muslim, bisa membaca Al-Qur’an dengan baik,” ujar KDS.
Sejalan dengan visi Kabupaten Bandung yang mengedepankan nilai-nilai agamis, KDS juga mendorong sinergi antara LPTQ dengan berbagai pihak, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), guna memperkuat eksistensi dan program pembinaan keagamaan di masyarakat.
Selain itu, KDS mengapresiasi peran pondok pesantren dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan, termasuk program beasiswa bagi para hafidz Qur’an.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan universitas untuk meningkatkan kualitas SDM, termasuk menyiapkan beasiswa bagi anak-anak kita agar bisa melanjutkan pendidikan, salah satunya di bidang kedokteran,” katanya.
Menurut KDS, kebijakan tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah, mengingat Kabupaten Bandung kini memiliki enam rumah sakit umum daerah (RSUD) baru yang memerlukan tenaga medis. Hal ini juga selaras dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat sektor kesehatan.
“Kita ingin para juara MTQ tidak hanya berprestasi di bidang keagamaan, tetapi juga memiliki masa depan yang cerah. Jika ada yang bercita-cita menjadi dokter, akan kita prioritaskan,” ungkapnya.



