Home / BIROKRASI / Detail

KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung

Pewarta Editor
Pewarta: HERI Editor: DANRU Rabu, 03 Juni 2026 04:23 WIB
KDS Perluas Peluang Kerja ke Jepang, Skema Nol Rupiah Siap Dibuka untuk Warga Kabupaten Bandung

BANDUNG, BR.NET | Bupati Bandung Dadang Supriatna terus memperluas peluang kerja bagi masyarakat melalui penguatan kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin kemitraan dengan Japan Platform for Migrant Workers toward Responsible and Inclusive Society (JP-MIRAI) guna membuka akses penempatan tenaga kerja migran yang legal, aman, dan tanpa membebani calon pekerja.

Komitmen tersebut ditandai dengan penerimaan kunjungan Board of Director JP-MIRAI Shisido Kenichi beserta jajaran sekaligus penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan JP-MIRAI di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Rabu 3 Juni 2026.

Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS (KDS) menyambut baik kerja sama tersebut dan mengapresiasi komitmen JP-MIRAI yang selama ini turut mendukung penempatan pekerja asal Kabupaten Bandung di Jepang.

“JP-MIRAI sudah cukup lama bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Tahun lalu kami juga melakukan kunjungan kerja ke Jepang untuk melihat langsung para pekerja asal Kabupaten Bandung dan alhamdulillah mereka berhasil bekerja dengan baik di sana,” kata KDS.

Menurut KDS, kehadiran JP-MIRAI menjadi peluang besar untuk memperluas kuota penempatan tenaga kerja asal Kabupaten Bandung ke Jepang. Ia berharap kebutuhan tenaga kerja dari Jepang dapat disinkronkan dengan program pelatihan yang saat ini dijalankan di Kabupaten Bandung melalui lembaga pelatihan kerja.

“Prinsipnya kami sangat berterima kasih, apalagi skema yang ditawarkan ini tanpa biaya bagi calon pekerja. Ini tentu menjadi peluang yang sangat baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Bahkan KDS menawarkan dukungan yang lebih luas apabila kebutuhan tenaga kerja dari Jepang terus meningkat. Menurut dia, kebutuhan tersebut tidak hanya bisa dipenuhi dari Kabupaten Bandung, tetapi juga dapat dikoordinasikan dengan daerah lain melalui jejaring Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

“Kalau kebutuhan SDM lebih besar lagi, nanti bisa kita komunikasikan bersama. Kebetulan saya juga sebagai Ketua Harian APKASI sehingga bisa menjadi ruang diskusi untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja tersebut,” katanya.

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar