Home / BIROKRASI / Detail

KDS Tegaskan Komitmen Pertahankan Gaji Guru Ngaji, Wujud Memuliakan Ulama dan Cinta Santri

Pewarta Editor
Pewarta: HERI Editor: BR.NET Kamis, 22 Oktober 2026 13:19 WIB
KDS Tegaskan Komitmen Pertahankan Gaji Guru Ngaji, Wujud Memuliakan Ulama dan Cinta Santri

BR.NET — Bupati Bandung, Kang Dadang Supriatna (KDS), menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi dan mempertahankan gaji guru ngaji sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam mendidik generasi Qur'ani. Baginya, memuliakan ulama dan mencintai santri harus diwujudkan melalui perhatian nyata terhadap para pendidik keagamaan.

Menurut KDS, guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk akhlak, menanamkan nilai-nilai Islam, dan membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi beriman, berilmu, serta cinta terhadap tanah air. Pengabdian mereka menjadi fondasi lahirnya generasi santri yang berkualitas.

Komitmen terhadap gaji guru ngaji bukan sekadar persoalan kesejahteraan, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama, kiai, dan ajengan yang selama ini menjaga keberlangsungan pendidikan agama di tengah masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap guru ngaji perlu terus dijaga agar pengabdian mereka tetap mendapat dukungan.

Hal tersebut disampaikan pada upacara peringatan Hari Santri tahun 2026, yang dirangkaikan dengan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-48 tingkat Kabupaten Bandung, bertempat di Lapangan Upakarti, Kompleks Pemkab Bandung, Kamis (22/10/2026).

Dalam momentum tersebut, KDS juga mendorong para santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani tampil, dan mengambil peran dalam pembangunan. Menurutnya, santri memiliki peluang menjadi pemimpin, pengusaha, aparatur negara, serta profesional yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

KDS mengingatkan bahwa ulama dan santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap agama harus berjalan seiring dengan semangat nasionalisme dan pengabdian kepada negara.

Ia berharap perhatian terhadap guru ngaji dapat memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan sekaligus menjaga tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama. Dengan demikian, generasi santri tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, MTQ ke-48 diharapkan melahirkan qari dan qariah berprestasi sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an. Lebih dari sekadar keindahan bacaan, Al-Qur'an diharapkan menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang berakhlak, harmonis, dan penuh kepedulian.

Bagi KDS, pembangunan Kabupaten Bandung tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat yang religius dan berintegritas. Peran guru ngaji, ulama, dan pesantren menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang kuat secara spiritual serta siap menghadapi tantangan zaman.

KDS menegaskan, “Memuliakan ulama harus diwujudkan dengan menghargai pengabdiannya, salah satunya melalui perhatian terhadap gaji guru ngaji. Karena dari bimbingan para ulama dan guru ngaji, lahir generasi santri yang cinta Al-Qur'an, berakhlak mulia, memiliki jiwa nasionalisme, dan siap membangun Kabupaten Bandung serta Indonesia," tutupnya.

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar