Home / PERISTIWA / Detail

KDS Turun Langsung ke Korban Kebakaran, Minta Evaluasi Instalasi Listrik di Kabupaten Bandung

Pewarta Editor
Pewarta: HERI Editor: BR.NET Selasa, 15 September 2026 09:22 WIB
KDS Turun Langsung ke Korban Kebakaran, Minta Evaluasi Instalasi Listrik di Kabupaten Bandung

BR.NET | Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali turun langsung menemui warga yang tertimpa musibah. Kali ini, KDS mendatangi Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, setelah kebakaran melanda rumah warga pada Senin malam.

KDS mengatakan dirinya langsung berkomunikasi dengan Kepala Desa Lebakwangi setelah menerima laporan mengenai kebakaran tersebut. Ia kemudian memastikan penanganan korban dilakukan bersama perangkat daerah dan unsur terkait.

“Saya ingin memastikan bahwa pemerintah daerah hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan. Tentunya kita harus membantu mengurangi beban para korban,” ujar KDS saat meninjau lokasi, Selasa (15/9/2026).

Menurut KDS, kebakaran di Lebakwangi menjadi perhatian karena dugaan penyebabnya kembali berkaitan dengan korsleting listrik. Ia menyebut persoalan serupa juga terjadi dalam kebakaran di Pacet beberapa hari sebelumnya.

Kondisi itu membuat KDS berencana mengundang PLN bersama DPRD Kabupaten Bandung untuk melakukan evaluasi instalasi listrik secara lebih menyeluruh.

“Ini ada dua kasus, Pacet kemarin dan sekarang di sini. Mungkin saya akan mengundang PLN karena memang kabel itu ada yang sudah 20 tahun, 30 tahun, ada yang disambung-sambung, atau mungkin karena gigitan tikus dan sebagainya,” katanya.

KDS menilai evaluasi tidak cukup dilakukan hanya pada rumah atau lokasi yang mengalami kebakaran. Pemeriksaan perlu melihat kondisi jaringan listrik secara lebih luas sebagai bagian dari upaya pencegahan.

“Saya minta Ketua DPRD, kita sama-sama mengundang PLN untuk evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya lokasi yang terkena saja,” ujarnya.

Bantuan Tak Berhenti di Peninjauan

Di tengah penanganan darurat, Pemkab Bandung menyiapkan bantuan bagi warga terdampak. KDS menyebut tiga unit rumah akan diperbaiki melalui kolaborasi Pemkab Bandung, BAZNAS dan pemerintah desa.

Sementara kebutuhan tempat tinggal sementara akan dibantu melalui BAZNAS Kabupaten Bandung selama tiga bulan.

Pola penanganan serupa sebelumnya dilakukan Pemkab Bandung ketika kebakaran melanda Kampung Limus, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet. Saat itu tujuh rumah terdampak, lima di antaranya mengalami kerusakan parah, dan BAZNAS menyiapkan biaya kontrakan selama tiga bulan bagi korban.

Dalam penanganan kebakaran Pacet tersebut, sebanyak 29 jiwa terdampak, termasuk 21 anak dan balita serta seorang lansia. Selain tempat tinggal, kebutuhan pendidikan anak-anak juga menjadi perhatian.

Kebakaran juga menjadi persoalan yang perlu diwaspadai Kabupaten Bandung dalam kondisi cuaca kering. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung mencatat 42 kejadian kebakaran pada 1–6 September 2026, dengan mayoritas terjadi di semak belukar, lahan kosong, kebun dan tumpukan sampah.

Sehari setelah periode pencatatan tersebut, Pemkab Bandung juga meningkatkan kesiapsiagaan setelah jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang periode yang lebih luas mencapai 180 kejadian.

Karena itu, KDS meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama memastikan peralatan listrik di rumah dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

“Jangan meninggalkan rumah kalau masih ada stop kontak yang terpasang. Kalau bepergian, pastikan saklar listrik sudah dimatikan,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga tidak mengabaikan potensi bahaya dari instalasi listrik lama maupun sambungan yang tidak memenuhi standar.

Bagi KDS, penanganan bencana tidak cukup dilakukan setelah kejadian. Pemerintah juga perlu memperkuat langkah pencegahan agar musibah serupa tidak terus berulang.

“Kita harus waspada. Apalagi kondisi sekarang kering atau kemarau panjang,” ujarnya.

KDS memastikan Pemkab Bandung akan terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BAZNAS, pemerintah desa serta unsur lainnya dalam menangani warga yang terdampak.

Ia pun meminta para korban tetap tabah menghadapi musibah dan memastikan pemerintah tidak meninggalkan mereka dalam proses pemulihan.

“Ini sudah menjadi takdir. Tetap sabar dan semangat. Pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat dalam kondisi kesulitan,” tutur KDS.(*)

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar