| informasi Insiden kecelakaan kerja yang dilaporkan hingga mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia di lokasi pembangunan hotel di Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menjadi perhatian Pemerintah Desa Cukanggenteng.
Kepala Desa Cukanggenteng, Rosiman, membenarkan adanya informasi mengenai insiden tersebut. Namun, pemerintah desa masih melakukan penelusuran untuk memastikan kronologi kejadian, identitas korban, serta asal daerah korban.
Rosiman mengatakan, pihaknya tidak langsung mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar. Setelah mengetahui adanya kabar kecelakaan, pemerintah desa melakukan pengecekan kepada orang yang dipercaya oleh pihak hotel.
“Kami langsung melakukan cek dan ricek kepada orang kepercayaan pihak hotel. Dari informasi yang kami terima, memang benar terjadi insiden tersebut dan ada pekerja yang meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai atas,” ujar Rosiman.
Menurut Rosiman, informasi tersebut masih dalam proses penelusuran. Salah satu hal yang ingin dipastikan pemerintah desa adalah identitas korban dan apakah korban merupakan warga Desa Cukanggenteng atau berasal dari daerah lain.
“Untuk sementara informasi yang kami dapat seperti itu. Kami masih menelusuri lebih lanjut, terutama untuk memastikan identitas korban dan apakah yang bersangkutan merupakan warga Desa Cukanggenteng atau bukan,” kata Rosiman. Kamis, 24/9/26.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi di salah satu lokasi pembangunan hotel yang berada di wilayah Desa Cukanggenteng. Berdasarkan informasi sementara yang diterima pemerintah desa, seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari bagian atas bangunan.
Namun, hingga berita ini diturunkan, sejumlah informasi penting mengenai peristiwa tersebut masih belum terungkap secara resmi. Di antaranya kronologi lengkap kecelakaan, identitas korban, kondisi keselamatan kerja di lokasi proyek, serta langkah penanganan yang dilakukan pihak pengelola pembangunan setelah insiden.
Rosiman menegaskan bahwa pihak desa perlu memastikan informasi yang diterima sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh.
“Kami dari pemerintah desa masih menelusuri informasi yang berkembang. Yang paling penting sekarang memastikan dulu siapa korbannya, warga mana, dan bagaimana kejadian sebenarnya,” ujar Rosiman.
Insiden tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan yang hingga kini belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak pengelola proyek. Di antaranya mengenai kronologi kecelakaan, penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi pembangunan, serta langkah yang dilakukan setelah kecelakaan terjadi.
Pertanyaan lain yang masih menunggu kejelasan adalah identitas korban dan apakah korban merupakan warga sekitar atau pekerja yang berasal dari luar daerah.
Sementara pihak Redaksi membuka ruang yang seluas-luasnya kepada pihak hotel, kontraktor, pengelola proyek, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.
Catatan: Hingga keterangan resmi dari pihak hotel dan instansi berwenang diperoleh, informasi mengenai identitas korban, penyebab pasti kecelakaan, serta kondisi keselamatan kerja di lokasi proyek masih dalam tahap penelusuran.
Saat dikonfirmasi, petugas keamanan atau security hotel menyampaikan bahwa pihak terkait baru dapat ditemui apabila telah ada janji untuk bertemu.
Petugas keamanan tersebut kemudian menyebut Rijal, yang disebut sebagai HRD sekaligus pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan, sebagai pihak yang dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang diterima redaksi, Rijal saat ini sedang berada di Bali.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum memperoleh keterangan langsung dari Rijal maupun pihak manajemen hotel mengenai kecelakaan yang dilaporkan mengakibatkan korban jiwa tersebut.*



