Home / PENDIDIKAN / Detail

Kepala Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Hadir Sebagai Pembicara

Foto Penulis | ASEP AWING • Jumat, 13 Februari 2026 22:08 WIB
Kepala Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Hadir Sebagai Pembicara

Bandung (BR.NET).- Guru Besar Bidang Museuologi yang juga Kepala Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., tampil sebagai pembicara utama pada gelaran seminar internasional di Bronbeek Arnheim, Belanda pada 6 Februari 2026  dan University of Rotterdam pada 9 Februari 2026.

Menurut Prof. Leli, di dua lembaga bergengsi itu,  dipresentasikan hasil riset, gelar karya, dan pengenalan Museum Pendidikan Nasional UPI di dunia internasional atas undangan dan fasilitas dari Oost Indisch Doof, Belanda.

Presentasi  saya alhamdulillah menarik perhatian para peserta yang pada umumnya akademisi dan peminat sejarah Indonesia untuk bekerjasama dalam Penelitian Sejarah dan Pendidikan Sejarah, terkait masa Kolonialisme dan Imperialisme, ungkap Prof. Leli.

Dalam presentasinya, Prof. Leli menampilkan koleksi digital Museum Pendidikan Nasional UPI hasil riset sejarah yang disajikan melalui teknologi imersif dengan berbagai platform.

Ditampilkan pula hasil riset mengenai Bupati Zaman Kolonial, P.A.A Djajadiningrat, serta serial film dokumenter yang berkisah mengenai Berretty, pendiri Villa Isola yang menjadi kantor  rektorat UPI saat ini.

Film dokumenter serial Berrety ini mendapat predikat Exellent dari Dutch Studies-Leiden University atas kisah dramatis Dominique Willem Berrety (20 November 1890 – 20 Desember 1934)  seorang wartawan dan raja koran Hindia Belanda di awal abad 20.

Presentasi saya dalam film dokumenter hasil riset mendalam, dipadukan dengan karya sinematografi yang apik, ditambah bantuan artificial intelligence yang digarap oleh Rumah Media, Billy and Billy membawa suasana dalam rentang waktu hampir seabad yang lampau.

Berrety sejak bulan Oktober 1932 sampai Maret 1933 membangun Villa Isola yang dirancang oleh arsitek CP. Wolff Schoemaker, yang menghabiskan dana ƒ500.000 setara 250 milyar rupiah. Tragisnya, Berretty hanya bisa menikmati  Vila Isola selama satu tahun saja.

Dalam perjalanan pulang dari Amsterdam ke Batavia, ia tewas saat pesawat yang ditumpanginya  Douglas DC-2 Uiver dari KLM jatuh di dekat perbatasan Suriah-Irak, tidak jauh dari kilang minyak Ruthbah pada akhir tahun 1934.

Jatuhnya pesawat ini menimbulkan cerita konspirasi dan kontroversi. Inilah yang menjadi daya tarik dan rasa penasaran audiens Belanda. Prof. Leli, berhasil membawa kenangan jauh di era kolonial yang menjadi memori kolektif orang-orang Belanda.

Dalam kaitan membangun saling kesepahaman dan moderasi memori kolektif, melalui Glitch Project dan University Applied of Sciencies Rotterdam akan  bekerjasama dengan sekolah-sekolah di Indonesia melalui dialog generasi muda dari dua perspektif terkait masa imperialisme dan kolonialisme.

Salah satunya dengan SMP Prima Cendekia Islami, Baleendah, Bandung, ungkap  dosen di Program Studi Pendidikan Sejarah FPIPS UPI ini.

Presentasi Prof. Leli di beberapa universitas Belanda berhasil menarik kerjasama dan tindaklanjut, antara lain dengan University of Applied Sciences in Rotterdam, Periset Bronbeek, dan Onderwijs Museum.

Bahkan direktur Onderwijs Museum akan mengundang lagi Museum Pendidikan Nasional UPI di bulan Juni 2026. Rijks Museum-Amsterdam, museum terbesar di Eropa juga menyatakan siap bekerjasama dengan UPI, tutup Prof. Leli Yulifar.**

Tags:
Bagikan:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar