"Selain upaya normalisasi dan perbaikan, kami tadi sepakat bersama Lurah dan para Ketua RW di Kelurahan Pasawahan untuk melakukan kerja bakti massal secara serentak untuk membersihkan drainase di pemukiman pada pekan pertama Januari. Nanti Pentahelix berkolaborasi dengan masyarakat," tuturnya.
Rencana kerja bakti massal yang diinisiasi Pentahelix berkolaborasi dengan para Ketua RW di Kelurahan Pasawahan dinilai sangat penting dilakukan dalam rangka percepatan penanganan banjir di Dayeuhkolot, sebagaimana arahan dan instruksi langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna.
"Selain dengan BBWS, Panitia Pentahelix juga berkolaborasi dan merangkul masyarakat untuk bersama-sama melakukan normalisasi saluran drainase di kawasan permukiman. Jadi bersihin drainase mah tidak perlu pakai APBD," ungkap Tri Rahmanto.
Ia berharap masyarakat di setiap RW di Kelurahan Pasawahan dapat ikut berpartisipasi dan turut serta menyukseskan program normalisasi drainase pemukiman melalui kegiatan kerja bakti massal tang rencananya akan dilaksanakan pada 4 Januari 2026.
"Kan intinya pentahelix itu adalah kolaborasi. Sebab menyelesaikan permasalahan banjir bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua pihak harus ikut berkontribusi termasuk masyarakat," jelasnya.
Kegiatan kerja bakti massal membersihkan saluran drainase di kawasan pemukiman warga juga rencananya akan dilaksanakan di Desa Dayeuhkolot dan Desa Citeureup, namun dilaksanakan pada waktu yang berbeda.
"Agar lebih fokus dan efektif, memang sengaja kita garap per wilayah dulu. Insya Allah setelah dari Pasawahan, nanti kita lanjutkan di Desa Dayeuhkolot dan Citeureup. Kami mohon dukungannya dari semua elemen masyarakat Dayeuhkolot," ujar Tri Rahmanto. (**)



