Garut (BR.NET).– Warga RW 06 Kampung Cidahu, Desa Mekarsari, Kecamatan Karangpawitan, bersama Pemerintah Desa Mekarsari menggelar musyawarah untuk membahas kondisi pematang Situ Cidahu yang mengalami kebocoran dan dinilai membahayakan keselamatan warga.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, warga Kampung Cidahu, Pemerintah Desa Mekarsari, serta unsur lembaga desa termasuk BPD Desa Mekarsari.
Sifa, salah seorang anggota BPD Desa Mekarsari, menjelaskan bahwa musyawarah tersebut bertujuan membahas kondisi terkini wilayah geografis Situ Cidahu yang semakin hari semakin mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan warga sekitar. Menurutnya, pematang atau tanggul situ telah tergerus air dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan tanah terkikis dan bagian dalamnya menjadi kopong.
“Apabila dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana bagi warga sekitar Situ Cidahu. Oleh karena itu, kami berupaya melakukan langkah antisipasi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Selasa (03/03/2026).

Dalam musyawarah tersebut, disepakati beberapa opsi dan solusi penanganan, di antaranya:
-
Melakukan pengisian area kosong atau lubang dengan tanah sebagai langkah penanganan sementara.
-
Mengajukan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) kepada pihak desa sebagai usulan darurat rawan bencana, yang pelaksanaannya harus segera direalisasikan.
Usulan tersebut diharapkan dapat masuk dalam Anggaran Dana Desa Tahap I, dengan terlebih dahulu dilaksanakan musyawarah desa khusus (musdesus) di tingkat desa yang dipimpin oleh BPD Desa Mekarsari.
Warga Kampung Cidahu bersama Pemerintah Desa Mekarsari juga meminta kepada pihak terkait agar dapat memberikan bantuan dalam penanganan kebocoran pematang atau tanggul Situ Cidahu. Pasalnya, Situ Cidahu merupakan embung yang sangat penting bagi para petani di wilayah hilir serta dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.



