Home / PERISTIWA / Detail

Longsor Pasirlangu Cisarua KBB, Dedi Mulyadi Ambil Langkah Relokasi

Foto Penulis | MUSA • Minggu, 25 Januari 2026 07:12 WIB
Longsor Pasirlangu Cisarua KBB, Dedi Mulyadi Ambil Langkah Relokasi

BANDUNG BARAT (BR).– Longsor hebat menerjang Kampung Babakan RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu dini hari (24/1/2026). Bencana yang terjadi saat warga terlelap tidur itu menyebabkan korban jiwa dan puluhan rumah tertimbun material longsor.

Berdasarkan informasi awal, longsor disertai aliran air deras terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Sedikitnya 30 rumah dilaporkan tertimbun. Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail yang meninjau langsung lokasi kejadian mengonfirmasi lima warga meninggal dunia, sementara 89 orang diduga tertimbun dan masih dalam pencarian.

“Informasi yang saya terima dari Linmas dan Kepala Desa, korban meninggal dunia dipastikan lima orang. Sementara yang belum ditemukan ada 89 orang, diduga tertimbun,” ujar Asep di lokasi bencana.

BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, dan relawan segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR). Pemerintah kecamatan juga menyiapkan relokasi sementara bagi warga terdampak ke tempat penampungan di Desa Pasirlangu.

“Warga yang mengungsi akan segera dialihkan ke lokasi penampungan sementara. Saya sudah mengecek langsung kesiapan tempat tersebut bersama Camat Cisarua,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, longsor berasal dari lereng perbukitan dan menutupi sebagian besar permukiman warga. Asep mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

Dedi Mulyadi Putuskan Relokasi Warga

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan seluruh warga terdampak longsor di Kecamatan Cisarua akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Keputusan tersebut diambil setelah ia meninjau langsung lokasi bencana, Sabtu (24/1/2026).

Dari hasil pantauannya, area sekitar lokasi longsor didominasi kebun sayuran dengan kontur perbukitan yang rawan pergerakan tanah. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan apabila masyarakat tetap tinggal di kawasan tersebut.

“Daerah di sini sebaiknya dihutankan kembali. Warganya direlokasi karena potensi longsor sangat tinggi,” ujar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Sebagai langkah sementara, warga yang selamat diminta mengontrak rumah selama dua bulan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara itu, keluarga korban meninggal dunia akan menerima santunan Rp25 juta per kepala keluarga.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama tim gabungan masih memfokuskan upaya pencarian korban yang diduga tertimbun serta pemulihan lingkungan di lokasi bencana. Operasi SAR melibatkan BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas, dan relawan.

Bagikan:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar