Makna Spiritualitas Dan Spirit Kebangsaan Dalam Pidato H.O.S Tjokroaminoto di NATICO 1 Bandung 1916

Kang Oos Supyadin
Oleh: Kang Oos Supyadin Senin, 04 Mei 2026 00:58 WIB
Makna Spiritualitas Dan Spirit Kebangsaan Dalam Pidato H.O.S Tjokroaminoto di NATICO 1 Bandung 1916

HOS Tjokroaminoto berasal dari keluarga bangsawan Jawa yakni keturunan dari Raden Mas Pakubuwono III, seorang raja Mataram yang dikenal karena perjuangannya melawan penjajahan Belanda. Kakek dari Tjokroaminoto adalah  R.M. Adipati Tjokronegoro, yang pernah menjabat sebagai Bupati Ponorogo. 

Ayah dari HOS Tjokroaminoto adalah Raden Mas Tjokroamiseno. Ia adalah seorang pejabat dalam pemerintahan kolonial Belanda. Ayahnya merupakan seorang pejabat wedana di Kleco, Magetan pada masanya. Sedangkan, mertua dari Tjokroaminoto adalah R.M. Mangoensoemo, yang merupakan wakil bupati Ponorogo pada saat itu.

Jadi silsilah nasab beliau adalah RM HOS Tjokroaminoto bin RM Tjokroamiseno bin RM Adipati Tjokronegoro Bupati Ponorogo (1856-1882) bin Kiai Ageng Hasan Besari pendiri Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari pada awal abad ke-18 M, yang menjadi pusat pembelajaran agama ternama di Jawa bin Kyai Ilyas bin Kyai Muhammad Besari Tegalsari bin Kyai Anom Besari, Kuncen Caruban Madiun bin Kyai Ageng Ngabdul Mursad Tukun Kediri bin Raden Demang bin Pangeran Demang bin Ratu Jenggala Kediri bin Prabu Brawijaya V Raja Majapahit. 

Sumber Pustaka:

* Pidato ini ditulis ulang dari Buku “Bunga Rampai Dari Sejarah Jilid I” Karya Mohamad Roem. Penerbit Bulan Bintang, Cetakan ke-2 1977.

* Sejarah Pondok Pesantren Tegalsari Jetis

Penulis

Tentang Penulis

Kang Oos Supyadin

Penulis adalah kontributor di rubrik Kolom Bandungraya.net. Isi tulisan ini sepenuhnya merupakan gagasan, opini, dan tanggung jawab pribadi penulis.

Bagikan Opini Ini:

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada tanggapan. Sampaikan pendapat Anda!

Tulis Tanggapan