Home / PENDIDIKAN / Detail

Manfaatkan Tahura dan Museum Prabu Geusan Ulun sebagai Ruang Belajar Kontekstual

Pewarta Editor
Pewarta: GANDI Editor: HERI Senin, 19 Januari 2026 20:00 WIB
Manfaatkan Tahura dan Museum Prabu Geusan Ulun sebagai Ruang Belajar Kontekstual

Sumedang, (BR.NET).- Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong satuan pendidikan untuk memanfaatkan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Palasari–Gunung Kunci serta Museum Prabu Geusan Ulun sebagai sarana pembelajaran berbasis lingkungan dan kearifan lokal.

Dorongan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 6 Tahun 2026 tentang Himbauan Pemanfaatan Tahura sebagai Sarana Pembelajaran Berbasis Lingkungan.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat menuju terwujudnya Gapura Panca Waluya, sekaligus mendukung implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual tidak hanya dapat dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui pemanfaatan potensi daerah, baik alam maupun budaya.

“Selain Tahura Gunung Palasari-Gunung Kunci sebagai laboratorium alam, Sumedang juga memiliki Museum Prabu Geusan Ulun yang sarat nilai sejarah dan budaya. Keduanya dapat menjadi ruang belajar yang hidup untuk menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat identitas dan jati diri generasi muda,” ujar Bupati.

Menurutnya, pembelajaran berbasis lingkungan dan kearifan lokal akan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.

“Anak-anak perlu mengenal alamnya, sejarahnya, dan budayanya sendiri. Dari sanalah tumbuh karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer,” tambahnya.

Dalam surat edaran tersebut, satuan pendidikan diimbau memanfaatkan Tahura Gunung Palasari-Gunung Kunci sebagai sarana pembelajaran luar kelas yang diarahkan pada pengenalan kearifan lokal, konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, serta penguatan karakter cinta alam.

Hal 1 / 2
Next

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

// ========================================== // 2. SISTEM CACHE SEDERHANA (SIMPAN) // ========================================== // Ambil semua kode HTML yang sudah direkam dari atas sampai bawah $html_tersimpan = ob_get_contents(); // Simpan HTML tersebut ke dalam file cache (misal: cache/8f1b...html) file_put_contents($file_cache, $html_tersimpan); // Tampilkan HTML ke pengunjung pertama yang memicu pembuatan cache ini ob_end_flush(); ?>