GARUT,
| Sungai Cipasang yang melintasi Kampung Cipari, Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, hingga kini masih menjadi tempat pembuangan limbah kotoran sapi tanpa ada penanganan dari pihak manapun selama ini.
Warga setempat melaporkan bahwa aliran sungai yang menjadi sumber air dan aktivitas sehari-hari telah berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat akibat akumulasi limbah peternakan sapi dari daerah sekitar. Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama tanpa adanya upaya pembersihan, pengawasan, maupun solusi dari instansi terkait maupun pemerintah desa.
Dampaknya mulai dirasakan warga, mulai dari pencemaran air, menurunnya kualitas lingkungan, hingga potensi gangguan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Meski keluhan telah disampaikan berulang kali, belum ada tindakan nyata untuk mengatasi pencemaran tersebut.
"Keluhan sudah saya sampaikan, tapi belum ada jawaban pasti, sedangkan kesehatan kami secara perlahan namun pasti terganggu," kata Cecep Kusnadi (45) warga kampung yang terdampak limbah.Selasa (5/5/2025).
Warga Kampung Cipari mendesak adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah daerah Kabupaten Garut serta dinas lingkungan hidup untuk segera melakukan penanganan dan mencegah kerusakan lingkungan yang semakin meluas.Juga aliran sungai ini sampai menuju arah wilayah Kecamatan salawu Tasikmalaya. ***



