GARUT | Kampung Adat Dukuh di Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut setiap menjelang hari Sabtu puncaknya pada Sabtu pagi hingga siang hari terlihat ratusan kendaraan dan ratusan pengunjung dari berbagai pelosok tanah air berdatangan. Para pengunjung tersebut mayoritas bertujuan untuk berziarah ke Makam Syekh Abdul Jalil yang diyakini oleh banyak pihak tiada lain seorang tokoh dengan nama lainnya Sembah Dalem Lebe Warta Kusumah yakni ayahanda dari Syekh Abdul Muhyi Pamijahan sebagai salah satu waliyullah penyebar Islam di Tatar Sunda. Disamping itu tentunya ada hal lain keunikan dari Kampung Adat Dukuh yaitu tetap lestarinya adat dan tradisi masyarakatnya yang telah ratusan tahun lamanya. Hal tersebut membuktikan bahwa Kampung Adat Dukuh tersebut memiliki potensi untuk dijadikan wisata edukasi dan budaya.
Sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten Garut ini bekerja sama dengan Pemerintah Desa Ciroyom untuk melakukan kegiatan pengembangan pariwisata di daerahnya, karena dari kegiatan pariwisata ini memiliki dampak yang positif untuk daerah itu sendiri. Langkah awal yang dapat dilakukan agar kegiatan pariwisata ini berjalan dengan baik dapat dengan meningkatkan infrastrukturnya terlebih dahulu.
Infrastruktur yang baik ini harus dilakukan karena berperan penting dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memberikan fasilitas yang memadai untuk wisatawan dan penziarah yang datang tanpa mengurangi atau bahkan mengorbankan budaya dan lingkungan pada Kampung Adat Dukuh. Selain itu karena dari pembangunan infrastruktur ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Infrastruktur ini dapat berbentuk bangunan dan pembangunan akses jalan. Beberapa fasilitas bangunan yang dimaksud seperti area parkir, pintu gerbang, gapura, mushala, toilet umum, sarana air bersih, dan kios UMKM penyedia cinderamata dan makan khas. Pemerintah dan masyarakat setempat memastikan bahwa pembangunan tersebut dilakukan dengan melakukan prinsip – prinsip pariwisata berkelanjutan. Fasilitas – fasiitas yang sudah dibangun ini tentu dibantu oleh pihak pemerintah, organisasi non pemerintah, maupun masyarakat lokal sendiri.
Fasilitas lainnya yang hatus dibangun di Kampung Adat Dukuh adalah akomodasi. Akomodasi yang berada di Kampung Adat Dukuh ialah satu home stay alias bale tunggu yang berada di area lahan parkir atau lokasi strategis lainnya. Homestay ini tidak sembarangan wisatawan yang dapat menginap di Kampung Adat Dukuh, hanya wisatawan yang memiliki tujuan untuk berziarah dan belajar serta penelitian yang diperbolehkan.
Dari pembangunan infrastrutur dan bangunan di Kampung Adat Dukuh, menurut penulis ada banyak sekali efek yang dirasakan pihak Kampung Adat Dukuh. Karena dalam konteks pariwisata berkelanjutan, pembangunan ini sangat penting agar kegiatan pariwisata di daerah tersebut dapat meningkat.
Menurut penulis berikut efek yang mungkin dapat dirasakan oleh Kampung Adat Dukuh atas pembangunan infrastruktur dan bangunan di daerahnya :
- Diversifikasi Pendapatan; dengan adanya pembangunan infrastruktur ini dapat memudahkan wisatawan untuk datang, dari kemudahan dan kenyamanan yang dibangun tersebut dapat meningkatkan jumlah wisatawan. Wisatawan yang datang dapat mengikuti kegiatan – kegiatan masyarakat lokal, membeli produk kerajinan sampai menginap di penginapan lokal. Hal tersebut dapat membantu masyarakat Kampung Adat Dukuh untuk mendapat penghasilan tambahan dari penghasilan utama mereka sebagai petani.
- Peningkatan Aksesibilitas; pembangunan infrastruktur ini dapat meningkatkan aksesibilitas di Kampung Adat Dukuh, hal ini dapat memudahkan baik dari sisi masyarakat setempat yang dapat dengan mudah melalui akses jalan utama atau jalan lingkungan untuk berpergian dan bagi sisi wisatawan yang datang ini juga dapat dimudahkan. Dari sisi wisatawan ini hasilnya dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang dan ada korelasinya dengan diversifikasi pendapatan di atas.
- Pengaruh terhadap kehidupan sosial; dari kegiatan pariwisata dan peningkatan akomodasi di Kampung Adat Dukuh membuat banyaknya wisatawan yang datang dan dapat memungkinkan masyarakat dan wisatawan berinteraksi. Peningkatan interaksi ini dapat memengaruhi pola pikir masyarakat setempat karena melihat sesuatu yang berbeda dengan kehidupan sehari – hari mereka.
Demikian pembahasan mengenai Efek Infrastruktur pada pariwisata berkelanjutan di Kampung Adat Dukuh. ***



