Home / PENDIDIKAN / Detail

Museum Pendidikan Nasional UPI Bawa Koleksi Sejarah ke SMP Prima Cendekia Islami

Pewarta Editor
Pewarta: ASEP AWING Editor: BR.NET Rabu, 19 Agustus 2026 04:19 WIB
Museum Pendidikan Nasional UPI Bawa Koleksi Sejarah ke SMP Prima Cendekia Islami

BANDUNG, BR.NET | Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Museum Pendidikan Nasional UPI menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Museum Goes to School: Optimalisasi Koleksi Museum Pendidikan Nasional UPI sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMP Prima Cendekia Islami.”

Kegiatan yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, di SMP Prima Cendekia Islami (SMP PCI), Baleendah, Kabupaten Bandung, diikuti lebih dari 300 siswa dan guru. Program tersebut didanai melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) UPI Tahun Anggaran 2026.

PKM ini diketuai Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum. dari Program Studi Pendidikan Sejarah FPIPS UPI. Melalui program Museum Goes to School, museum diperkenalkan bukan sekadar sebagai tempat menyimpan dan memamerkan benda bersejarah, melainkan sebagai sumber belajar yang dapat dihadirkan lebih dekat dengan kehidupan siswa di sekolah.

Konsep tersebut mempertemukan siswa secara langsung dengan beragam sumber sejarah, mulai dari koleksi museum, replika peninggalan budaya, film dokumenter sejarah, hingga teknologi digital dan imersif. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pembelajaran sejarah lebih kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan karakter generasi muda.

“Inti dari PKM ini adalah membawa museum lebih dekat, menghidupkan sejarah agar lebih bermakna, serta menjadikannya sumber inspirasi bagi generasi masa depan. Generasi Alpha tidak boleh melupakan sejarah. Mereka adalah generasi masa depan yang harus terus menghidupkan api inspirasi dari masa silam,” ujar Prof. Dadan Wildan.

Sejumlah akademisi dan praktisi turut hadir sebagai narasumber. Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, menyampaikan materi mengenai koleksi Museum Pendidikan Nasional UPI sebagai sumber belajar sejarah. Para peserta diperkenalkan pada beragam koleksi yang merekam perjalanan dan perkembangan pendidikan di Indonesia.

Koleksi tersebut memiliki nilai penting dalam pembelajaran karena memungkinkan siswa memahami sejarah pendidikan melalui bukti konkret berupa artefak, dokumentasi, dan berbagai benda yang merepresentasikan perkembangan pendidikan dari masa ke masa.

Materi berikutnya disampaikan Nurdiani Fathiraini, M.A. dan Muhammad Abror Amanullah, M.Pd. Keduanya mengenalkan berbagai koleksi, replika, dan miniatur hasil budaya peninggalan sejarah dari era Hindu-Buddha. Melalui materi tersebut, siswa dapat mengenali peninggalan sejarah secara lebih konkret, tidak hanya melalui uraian dalam buku pelajaran.

Aspek teknologi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Billy Muhammad dan Billy Ardiansyah dari PT Rumah Media Interaksi (RMI) memperkenalkan pemanfaatan teknologi imersif dalam pengembangan koleksi digital museum.

Pemanfaatan teknologi tersebut relevan dengan karakter Generasi Alpha yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital. Digitalisasi koleksi dan teknologi imersif membuka peluang bagi museum untuk menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih interaktif, visual, dan menarik.

Salah satu contohnya adalah pemutaran film dokudrama yang mengangkat sosok Pangeran Aria Achmad (PAA) Djajadiningrat (16 Agustus 1877–22 Desember 1943), tokoh yang pernah menjabat sebagai Bupati Serang, Bupati Batavia, dan anggota Volksraad.

Film tersebut merupakan salah satu produk hilirisasi riset yang dikembangkan melalui kolaborasi Tim Peneliti UPI dengan Rumah Media Interaksi. Pemanfaatan film dokudrama dalam pembelajaran sejarah menjadi alternatif untuk menghadirkan tokoh dan peristiwa masa lalu melalui medium audiovisual yang lebih dekat dengan karakter belajar generasi masa kini.

Pelaksanaan Museum Goes to School di SMP Prima Cendekia Islami menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, museum, sekolah, dan mitra industri kreatif dalam mengembangkan inovasi pembelajaran sejarah. Kolaborasi Program Studi Pendidikan Sejarah FPIPS UPI, Museum Pendidikan Nasional UPI, SMP Prima Cendekia Islami, dan PT Rumah Media Interaksi memperlihatkan bahwa sejarah dapat dipelajari melalui beragam medium, mulai dari koleksi museum, artefak dan replika, film dokumenter, hingga teknologi digital dan imersif.

Pada akhirnya, Museum Goes to School membawa pesan bahwa museum tidak harus selalu menunggu siswa datang. Museum dapat hadir di sekolah, mendekatkan generasi muda dengan jejak masa lalu, sekaligus menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi untuk menatap masa depan.

Bagi Generasi Alpha, mengenal sejarah bukan berarti kembali hidup di masa silam. Sejarah adalah jalan untuk memahami akar, mengambil pelajaran dari perjalanan generasi terdahulu, dan membawa api inspirasi masa lalu untuk menerangi masa depan. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar