“Kalau mitigasi bencana dikorbankan, dampaknya justru akan jauh lebih besar. Keselamatan warga harus tetap menjadi prioritas dalam perencanaan,” katanya.
Menurut Irvan, Musrenbang bukan sekadar tahapan formal dalam perencanaan pembangunan, melainkan ruang untuk menyelaraskan kebijakan anggaran dengan nurani. Ia menegaskan, penurunan Transfer Keuangan Daerah tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
“Anggaran boleh terbatas, tapi keberpihakan tidak boleh berkurang. Setiap rupiah yang ada harus kita pastikan benar-benar kembali untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya. ***



