Ciwidey, (BR.NET).— Di tengah forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang kerap dipenuhi deret angka dan perhitungan teknokratis, Hadiat, S.Pd.I, Anggota DPRD Kabupaten Bandung sekaligus Sekretaris DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung, memilih mengangkat sisi yang kerap dibicarakan, dampak langsung kebijakan fiskal pusat terhadap kehidupan masyarakat di daerah.
Ia menegaskan, penurunan anggaran yang kini dirasakan hingga tingkat kecamatan tidak bisa dilepaskan dari menyusutnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang diterima pemerintah daerah dari pemerintah pusat.
“Penurunan anggaran ini tidak berdiri sendiri. Ada kebijakan Transfer Keuangan Daerah yang berpengaruh langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan. Ini harus kita sampaikan secara jujur kepada masyarakat,” ujar Hadiat.
Sebagai legislator daerah, Hadiat menilai kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah dan DPRD melakukan penyesuaian kebijakan yang tidak mudah. Menyempitnya ruang fiskal, menurutnya, menjadi ujian serius bagi keberanian politik dalam menentukan arah pembangunan.
“Ketika TKD menurun, otomatis ruang gerak daerah ikut menyempit. Di sinilah skala prioritas menjadi sangat penting. Kita tidak bisa lagi menyebar anggaran ke banyak program. Harus ada keberanian memilih mana yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Hadiat mengungkapkan, aspirasi warga Ciwidey yang ia terima di lapangan hampir selalu pada persoalan-persoalan dasar. Mulai dari infrastruktur jalan desa yang rusak, keterbatasan dukungan bagi pelaku UMKM, hingga kebutuhan petani yang semakin mendesak di tengah melonjaknya biaya produksi.
“Warga sering bertanya kenapa pembangunan terasa lambat. Di sinilah peran kami sebagai wakil rakyat, bukan hanya mendengar, tetapi juga menjelaskan bahwa kemampuan daerah sangat bergantung pada transfer pusat. Namun keterbatasan itu tidak boleh menghilangkan keberpihakan,” katanya.
Selain sektor ekonomi dan infrastruktur, Sekretaris DPD PKB Kabupaten Bandung ini juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk mitigasi bencana. Ia mengingatkan, Ciwidey sebagai kawasan pegunungan memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi dan tidak boleh diabaikan hanya karena alasan keterbatasan fiskal.



