Nama Garut Bukan Dari Legenda Kakarut, Tapi Dari Sejenis Tanaman

Kang Oos Supyadin
Oleh: Kang Oos Supyadin Kamis, 05 Maret 2026 19:01 WIB
Nama Garut Bukan Dari Legenda Kakarut, Tapi Dari Sejenis Tanaman

Garut atau yang lebih dikenal sebagai ararut di Indonesia, ternyata memiliki sejarah yang panjang dan asal-usul yang mengejutkan. Tanaman hutan hujan ini, yang memiliki rimpang yang dapat dimakan, telah dibudidayakan di Amerika Selatan dan Karibia selama 7.000 tahun lamanya.

Dilansir dari Atlas Obscura, tanaman yang memiliki nama latin Maranta arundinacea ini mulai dibudidayakan secara besar-besaran di daerah tropis Amerika pada abad ke-19. Hal ini ditemukan dari sebuah buku masak Amerika abad ke-19 mencantumkan resep-resep untuk puding susu dan blancmanges.

Kedua masakan tersebut mengandung tepung Garut. Diketahui tepung garut memiliki cara kerja yang mirip dengan tepung jagung. Tepung ini akan memberikan kekentalan jika ditambahkan pada sayur kuah atau makanan.

Sejak itu, popularitas tanaman ini sebagai sumber pati membuat tanaman lain diberi nama umum yang sama. Jika itu adalah akar yang digunakan untuk menghasilkan pati, mungkin seseorang pada suatu saat telah menyebutnya sebagai arrowroot.

Tanaman Garut (Maranta arundinacea) diperkirakan masuk dan menyebar di wilayah Indonesia pada masa kolonial, kemungkinan besar dibawa oleh penjajah Belanda dari wilayah asalnya di Amerika Selatan.

Ararut, arrowroot, atau garut memiliki keluarga sejenis yang hampir sama dan tumbuh di beberapa negara di Amerika. Tanaman ini juga lazim ditemukan di Brazil, China, dan Jepang. Bentuknya pun berbeda-beda di setia negara.

Poin-poin penting terkait penyebarannya tanaman Garut sebagai berikut :

1. Asal dan Penyebaran: Tanaman ini berasal dari Amerika tropis dan kemudian disebarkan ke wilayah tropis lainnya, termasuk Indonesia, India, dan Filipina.

Penulis

Tentang Penulis

Kang Oos Supyadin

Penulis adalah kontributor di rubrik Kolom Bandungraya.net. Isi tulisan ini sepenuhnya merupakan gagasan, opini, dan tanggung jawab pribadi penulis.

Bagikan Opini Ini:

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada tanggapan. Sampaikan pendapat Anda!

Tulis Tanggapan