Nama Garut Bukan Dari Legenda Kakarut, Tapi Dari Sejenis Tanaman

Kang Oos Supyadin
Oleh: Kang Oos Supyadin Kamis, 05 Maret 2026 19:01 WIB
Nama Garut Bukan Dari Legenda Kakarut, Tapi Dari Sejenis Tanaman

Ahli flora sempat melontarkan sebuah pernyataan sekaligus pertanyaan, "Saya kurang tahu, apakah ada hubungan antaran nama tanaman Garut dengan nama Kota Kabupaten Garut di Jawa Barat ?. Yang pasti tanaman yang mempunyai nama latin Maranta arundinacea ini di Jawa Barat disebut Garut."

Nama Garut yang sejenis tanaman umbi-umbian ini di beberapa tempat di Nusantara wilayah Indonesia mempunyai nama daerah yang nyaris mirip, antara lain:

1. Di daerah Sunda : Garut, Ararut, Patat Sagu 

2. Di daerah Jawa Tengah : Lerut, Garut, Klarut, Jlarut, Irut, Waerut

3. Di daerah Jawa Timur : Larut, Pirut, Kirut 

4. Di daerah Betawi Jakarta sekitarnya : Angkrik

5. Di daerah Madura : Arut, Larut, Salarut 

6. Di daerah Banten Tarigu

7. Di daerah Bali : Klarus, Marus. 

8. Di daerah Batak Sumatera : Sagu Bamban 

9. Di daerah Melayu : Sagu Belanda, Sagu Betawi, Ubi Sagu 

10. Di daerah Minangkabau : Sagu Rarut 

11. Di daerah Sulawesi : Arerut Towang, Labia Walanta, Pi Walanda 

12. Di daerah Maluku : Peda Sula, Hula Moa

Dalam bahasa Inggris tanaman Garut ini disebut Arrowroot, West Indian arrowroot, dan St Vincent arrowroot. Sedangkan nama latin tanaman ini adalah Maranta arundinacea yang mempunyai sinonim Maranta sylvatica.

Sejarah Singkat Dan Asal Usul Tanaman Garut

Tanaman Garut atau Lerut atau Ararut dengan nama latin maranta arundinacea diduga berasal dari daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara, Ekuador bagian barat. Namun kini tersebar di berbagai wilayah di sekitar tropis, termasuk di Indonesia.

Garut atau yang lebih dikenal sebagai ararut di Indonesia, ternyata memiliki sejarah yang panjang dan asal-usul yang mengejutkan. Tanaman hutan hujan ini, yang memiliki rimpang yang dapat dimakan, telah dibudidayakan di Amerika Selatan dan Karibia selama 7.000 tahun lamanya.

Dilansir dari Atlas Obscura, tanaman yang memiliki nama latin Maranta arundinacea ini mulai dibudidayakan secara besar-besaran di daerah tropis Amerika pada abad ke-19. Hal ini ditemukan dari sebuah buku masak Amerika abad ke-19 mencantumkan resep-resep untuk puding susu dan blancmanges.

Kedua masakan tersebut mengandung tepung Garut. Diketahui tepung garut memiliki cara kerja yang mirip dengan tepung jagung. Tepung ini akan memberikan kekentalan jika ditambahkan pada sayur kuah atau makanan.

Sejak itu, popularitas tanaman ini sebagai sumber pati membuat tanaman lain diberi nama umum yang sama. Jika itu adalah akar yang digunakan untuk menghasilkan pati, mungkin seseorang pada suatu saat telah menyebutnya sebagai arrowroot.

Tanaman Garut (Maranta arundinacea) diperkirakan masuk dan menyebar di wilayah Indonesia pada masa kolonial, kemungkinan besar dibawa oleh penjajah Belanda dari wilayah asalnya di Amerika Selatan.

Ararut, arrowroot, atau garut memiliki keluarga sejenis yang hampir sama dan tumbuh di beberapa negara di Amerika. Tanaman ini juga lazim ditemukan di Brazil, China, dan Jepang. Bentuknya pun berbeda-beda di setia negara.

Poin-poin penting terkait penyebarannya tanaman Garut sebagai berikut :

1. Asal dan Penyebaran: Tanaman ini berasal dari Amerika tropis dan kemudian disebarkan ke wilayah tropis lainnya, termasuk Indonesia, India, dan Filipina.

2. Waktu: Meskipun tidak ada catatan tahun yang spesifik untuk kedatangannya, Maranta arundinacea sudah lama dinaturalisasi di Indonesia, sering ditanam di pekarangan rumah, dan menjadi komoditas potensial.

3. Karakteristik Lokal: Tanaman ini tumbuh baik di Jawa, Sulawesi, dan Maluku.

4. Pemanfaatan: Umbi garut banyak digunakan sebagai bahan pangan alternatif, tepung, hingga bahan obat tradisional

Di Indonesia, tanaman Garut dahulu dijadikan sumber makanan pengganti makanan pokok. Akarnya yang awet dan tahan lama bisa bertahan saat musim panas tiba tanpa harus mendapatkan perawatan khusus. 

Para pejuang jaman dulu akan memanen garut yang bisa mereka temukan di pinggir sungai atau ladang sebagai dan memakannya mentah-mentah atau sekedar merebusnya untuk beberapa menit.

Namun Selain itu, garut juga dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tepung maizena, yang umum digunakan sebagai pengental dalam berbagai masakan dan kue. Kandungan nutrisi dari garut membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk memperkaya variasi kuliner, baik dalam bentuk kudapan tradisional maupun inovasi kuliner modern.

Bahkan beberapa perusahaan internasional sudah menjadikan tanaman ini sebagai bahan utama produk mereka. Meskipun bentuknya berbeda namun sifatnya hampir sama saat digunakan memask atau juga bisa dijadikan sebagai cadangan bahan makanan pengganti.

Sebagai bahan pangan yang telah diakui di Indonesia, pengetahuan mengenai asal-usul garut ini memberikan wawasan yang menarik tentang bagaimana tanaman yang berasal dari Amerika dapat menjadi bagian integral dari budaya kuliner di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa nama Garut itu menunjukan ke jenis tanaman, maka menjadi tidak heran dan aneh bahkan bagi masyarakat Sunda secara umum dan luas bahwa penamaan nama daerah acap kali diambil dari jenis nama tanaman (toponimi). Oleh karena Garut yang kini menjadi nama daerah kabupaten di Jawa Barat merupakan sebuah nama yang berasal dari Maranta Arundinacea alias Garut alias Ararut alias Patat.

Rahayu

Penulis: Pemerhati Kesejarahan & Budaya

Penulis

Tentang Penulis

Kang Oos Supyadin

Penulis adalah kontributor di rubrik Kolom Bandungraya.net. Isi tulisan ini sepenuhnya merupakan gagasan, opini, dan tanggung jawab pribadi penulis.

Bagikan Opini Ini:

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada tanggapan. Sampaikan pendapat Anda!

Tulis Tanggapan