2. Waktu: Meskipun tidak ada catatan tahun yang spesifik untuk kedatangannya, Maranta arundinacea sudah lama dinaturalisasi di Indonesia, sering ditanam di pekarangan rumah, dan menjadi komoditas potensial.
3. Karakteristik Lokal: Tanaman ini tumbuh baik di Jawa, Sulawesi, dan Maluku.
4. Pemanfaatan: Umbi garut banyak digunakan sebagai bahan pangan alternatif, tepung, hingga bahan obat tradisional
Di Indonesia, tanaman Garut dahulu dijadikan sumber makanan pengganti makanan pokok. Akarnya yang awet dan tahan lama bisa bertahan saat musim panas tiba tanpa harus mendapatkan perawatan khusus.
Para pejuang jaman dulu akan memanen garut yang bisa mereka temukan di pinggir sungai atau ladang sebagai dan memakannya mentah-mentah atau sekedar merebusnya untuk beberapa menit.
Namun Selain itu, garut juga dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan tepung maizena, yang umum digunakan sebagai pengental dalam berbagai masakan dan kue. Kandungan nutrisi dari garut membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk memperkaya variasi kuliner, baik dalam bentuk kudapan tradisional maupun inovasi kuliner modern.
Bahkan beberapa perusahaan internasional sudah menjadikan tanaman ini sebagai bahan utama produk mereka. Meskipun bentuknya berbeda namun sifatnya hampir sama saat digunakan memask atau juga bisa dijadikan sebagai cadangan bahan makanan pengganti.
Sebagai bahan pangan yang telah diakui di Indonesia, pengetahuan mengenai asal-usul garut ini memberikan wawasan yang menarik tentang bagaimana tanaman yang berasal dari Amerika dapat menjadi bagian integral dari budaya kuliner di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.



