BANDUNG,
| Kisah pilu dialami seorang pria berinisial A (45), warga Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Rumah tangga, hubungan dengan anak-anak, hingga harga dirinya hancur setelah keputusan menikah siri dengan seorang janda berinisial Mimin memicu konflik keluarga dan tekanan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
Pernikahan siri itu dilakukan di wilayah Sumedang pada akhir tahun 2025. Menurut pengakuan A, keputusan tersebut bukan semata-mata karena hubungan asmara.
Melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap Mimin yang disebut mengalami tekanan mental setelah nyaris menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria bernama Dedi.
A menuturkan, peristiwa itu bermula ketika Dedi yang disebut telah melamar Mimin datang ke rumah pada malam hari.
Karena sudah larut malam, obrolan mereka berpindah ke lantai atas rumah agar tidak mengganggu anak-anak Mimin yang sedang tidur.
Namun situasi berubah mencekam. Mimin disebut berusaha melawan saat Dedi diduga mencoba melakukan tindakan asusila.
“Dia berusaha sekuat tenaga melepaskan diri, menendang dan memukul sampai akhirnya bisa kabur ke kamar anaknya,” ujar A menirukan cerita Mimin, pada Kamis (7/5/2026)



