“Mereka datang bukan untuk bertanya, tapi mengambil paksa istri saya,” ungkapnya.
Di tengah keributan, barang-barang milik Mimin disebut dibereskan secara paksa. Bahkan laptop kerja milik A rusak akibat terjatuh saat suasana memanas.
A mengaku tidak mampu berbuat banyak karena jumlah orang yang datang lebih banyak. Ia hanya berusaha menenangkan situasi agar tidak terjadi bentrokan dengan warga sekitar.
Tangisan histeris Mimin disebut pecah ketika dirinya dipaksa ikut bersama keluarganya.
A mengaku sempat mencoba mempertahankan istrinya dengan membawa Mimin masuk ke kamar, namun beberapa orang disebut tetap masuk dan menarik Mimin keluar rumah.
“Saya hanya bisa melihat istri saya dibawa pergi sambil menangis,” ujarnya.
Perselisihan itu kemudian berlanjut hingga ke tingkat kepolisian. Seminggu setelah kejadian, A mengaku dipanggil ke Polsek Ciparay untuk dimintai keterangan.
Dalam mediasi tersebut, A menyebut dirinya dan Mimin diminta untuk tidak lagi berhubungan selama persoalan keluarga belum selesai.



