Bandung, (BR.NET).- Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Bandung diisi dengan aksi nyata. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Insan Pers menggelar bakti sosial dengan menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga di Kecamatan Katapang dan Pangalengan, menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung itu diawali di Desa Gandasari, Kecamatan Katapang. Sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada warga lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.
Aksi kemudian berlanjut ke Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan. Selain kaum ibu dan warga prasejahtera, bantuan juga menyasar para pengemudi ojek pangkalan yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari jasa angkutan lokal.
Koordinator kegiatan, H. Asep Syahrial yang akrab disapa Haji Awing, mengatakan peringatan HPN seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial.
“Kami ingin Hari Pers Nasional menjadi momen berbagi. Wartawan bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Haji Awing, di lokasi Kegiatan Desa Tribakti Mulya, Pangalengan Senin 16/02/2025.
Ucapan terima kasih pun mengalir dari para penerima manfaat. Tidak hanya dari kalangan emak-emak, tetapi juga para tukang ojek pangkalan di Desa Tribaktimulya.
Salah seorang pengemudi ojek pangkalan menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima menjelang Ramadan.
“Kami para ojek pangkalan mengucapkan terima kasih kepada Insan Pers Kabupaten Bandung dan khususnya kepada Bapak H. Asep Syahrial yang akrab disapa Haji Awing. Alhamdulillah, menjelang Ramadan kami mendapat berkah sembako dari kegiatan Hari Pers Nasional ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga menjadi amal kebaikan untuk semuanya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Dengan mengusung semangat “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” peringatan HPN 2026 di Kabupaten Bandung diharapkan tidak hanya memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat.***



