| Pemilihan Ketua OSIS biasanya identik dengan surat suara, bilik pencoblosan, dan penghitungan suara secara manual. Namun, SMP Prima Cendekia Islami (PCI) menghadirkan cara berbeda. Melalui PCI Election Day 2026, sekolah ini menerapkan sistem electronic voting (e-voting) dalam Pemilihan Ketua OSIS SMP PCI Periode 2026–2027.
Pemilihan yang digelar pada Jumat (11/9/2026) menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi sekaligus literasi digital bagi warga sekolah. Melalui sistem e-voting, pemilih memberikan suara secara digital, sementara data pemilihan tercatat secara terintegrasi sehingga hasil dapat diketahui secara real time setelah proses pemungutan suara selesai.
Penerapan e-voting membuat proses pemilihan berlangsung lebih cepat dan efisien dibandingkan mekanisme konvensional yang mengandalkan surat suara dan penghitungan manual. Pada saat yang sama, sistem tersebut dirancang untuk mendukung proses pemilihan yang transparan dengan tetap menjaga kerahasiaan pilihan setiap pemilih.
Menariknya, hak suara dalam PCI Election Day 2026 tidak hanya diberikan kepada siswa. Seluruh civitas akademika SMP PCI, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, turut menggunakan hak pilih untuk menentukan Ketua OSIS periode berikutnya.
Dengan demikian, Election Day tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi siswa, tetapi juga menjadi simulasi demokrasi dalam lingkungan sekolah yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital.

Demokrasi Bertemu Literasi Digital
Kepala SMP Prima Cendekia Islami, Beny Saputro, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Pemilihan Ketua OSIS merupakan bagian dari proses pendidikan karakter dan pembelajaran demokrasi bagi siswa.
Menurutnya, siswa tidak hanya belajar menentukan pilihan, tetapi juga belajar mempertimbangkan kualitas calon pemimpin, menghargai perbedaan pilihan, serta menerima hasil pemilihan yang telah ditetapkan bersama.
Penggunaan teknologi dalam PCI Election Day sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa bahwa transformasi digital dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam proses pengambilan keputusan secara demokratis. Meski menggunakan sistem digital, pelaksanaan pemilihan tetap mengedepankan prinsip LUBER JURDIL, yakni Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan adil.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP PCI, Lugie Firdaus Agusna, S.Pd., Gr., menekankan bahwa OSIS menjadi ruang penting bagi siswa untuk belajar memimpin, bekerja sama, bertanggung jawab, dan berkontribusi bagi lingkungan sekolah.
Ia berharap pemimpin OSIS yang terpilih tidak sekadar menjalankan program organisasi, tetapi juga mampu menjadi teladan dan menggerakkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PCI Election Day 2026 sekaligus Pembina OSIS SMP PCI, Bilqhisti Rahmah Mutmainah, S.Psi., Gr., menilai proses pemilihan memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada siswa.
Mulai dari mengenal kandidat dan gagasan yang ditawarkan, menentukan pilihan melalui sistem digital, hingga menerima hasil pemilihan, seluruh rangkaian tersebut menjadi proses pembelajaran mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, dan sportivitas.
PCI Election Day 2026 diikuti tiga kandidat Ketua OSIS, yakni Mayka Nabila Fitri dari kelas 7A, Muhammad Reynard Agha dari kelas 8D, dan Syahla Murran Fathina dari kelas 8C.
Ketiga kandidat membawa gagasan dan semangat masing-masing untuk mengembangkan OSIS dan memberikan kontribusi bagi SMP Prima Cendekia Islami.
Setelah seluruh civitas akademika menggunakan hak pilih melalui sistem e-voting dan proses pemungutan suara dinyatakan selesai, Syahla Murran Fathina dari kelas 8C terpilih sebagai Ketua OSIS SMP Prima Cendekia Islami Periode 2026–2027.
Terpilihnya Syahla menandai dimulainya amanah baru dalam kepemimpinan OSIS SMP PCI. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh kandidat yang telah berani mengambil bagian dalam kontestasi, menyampaikan gagasan, dan mengikuti proses demokrasi sekolah dengan sportif.

E-Voting sebagai Pembelajaran Masa Depan
Lebih dari sekadar menentukan Ketua OSIS, PCI Election Day 2026 menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi dapat berjalan beriringan dengan literasi dan transformasi digital.
Melalui PCI Election Day 2026, SMP Prima Cendekia Islami berharap lahir generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memahami nilai demokrasi, kepemimpinan, sportivitas, dan tanggung jawab.
Sebab di era digital, demokrasi bukan hanya tentang bagaimana suara diberikan, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan secara bertanggung jawab untuk menjaga kepercayaan pemilik suara.



