PANGANDARAN, (BR.NET).- Pembangunan jembatan gantung di Dusun Bojong, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran resmi dimulai (23/01/2025).
Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan jembatan gantung Sasak yang akan menjadi akses penghubung lima desa.
Kelima desa tersebut yakni Desa Ciparakan, Tunggilis, Sukahurip, Banjarharja, dan Putrapinggan. Jembatan gantung ini dibangun untuk mempermudah mobilitas warga yang selama ini terkendala oleh aliran sungai, terutama saat musim hujan.
Peletakan batu pertama dihadiri jajaran Polres Pangandaran, unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kegiatan berlangsung di lokasi pembangunan jembatan yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas masyarakat antar desa.
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan warga.
“Jembatan gantung ini diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan sosial masyarakat di lima desa,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Kepala Desa Putrapinggan, Juhen, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, selama bertahun-tahun warga harus menempuh jalur memutar atau menyeberangi sungai dengan risiko tinggi.
“Dengan adanya jembatan gantung ini, warga akan lebih aman dan mudah beraktivitas, terutama anak sekolah dan petani,” katanya.
Pembangunan jembatan gantung Dusun Bojong ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan. Warga berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga jembatan dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan masyarakat di wilayah Kalipucang dan sekitarnya. ***



