Home / PERISTIWA / Detail

Pemkab Bandung Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan

Pewarta Editor
Pewarta: A. Sahrial Editor: DANRU Selasa, 16 Juni 2026 01:38 WIB
Pemkab Bandung Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H, Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan

KAB. BANDUNG, BR.NET | Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Dome Balerame, Soreang, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.

Peringatan Tahun Baru Islam dihadiri Bupati Bandung, Dadang Supriatna bersama Bunda Bedas, Emma Dety Permanawati, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb beserta istri Margin Winaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali doa akhir tahun dan doa awal tahun di Masjid Al-Fathu, dilanjutkan salat berjamaah serta pawai obor yang dilaksanakan serentak di 31 kecamatan. Khusus di wilayah Soreang, Katapang, dan Cangkuang, kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.000 jamaah dari berbagai kontingen.Dalam sambutannya, Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum introspeksi diri serta meningkatkan kualitas ibadah.

"Semoga seluruh amal ibadah yang telah kita lakukan diterima Allah SWT. Di tahun baru Hijriah ini, mari kita berdoa agar masyarakat Kabupaten Bandung senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan," ujar bupati yang kerap disapa KDS tersebut.

KDS menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam mendukung pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

"Kolaborasi ulama dan pemerintah merupakan modal penting untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih maju, berkelanjutan, dan berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memastikan keberlanjutan berbagai program sosial-keagamaan, termasuk pemberian insentif bagi guru ngaji sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter generasi muda.

Selain itu, Pemkab Bandung akan menyalurkan bantuan kain kafan melalui para camat untuk diteruskan kepada pemerintah desa dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat desa di seluruh Kabupaten Bandung.

Sponsored Content
Hal 1 / 2
Next

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar