“Kalau pendidikan meningkat, saya yakin kemiskinan pasti turun. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang cukup akan membantu keluarganya keluar dari kemiskinan,” katanya.
Ia juga menyoroti persoalan pengangguran di wilayah industri, khususnya daerah dengan banyak pabrik namun tingkat pengangguran masih tinggi.
“Pabrik ada di Sumedang, tenaga kerjanya harus orang Sumedang. Kita siapkan pelatihannya dulu sesuai kebutuhan perusahaan,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat pemotongan anggaran, Fajar meminta seluruh perangkat daerah memastikan tidak ada program yang berjalan sia-sia dan seluruh intervensi benar-benar berdampak pada penurunan kemiskinan ekstrem.
“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara kolektif dan komprehensif. Kita semua adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita kerjakan hari ini,” ungkapnya. ***



