Ia juga menekankan pentingnya identitas lokal dalam pembangunan SR Sumedang. Bupati meminta agar ke depan terdapat ornamen khas Sumedang yang menjadi pembeda, baik di gerbang maupun di area strategis lainnya.
“Saya minta ada diferensiasi, ada ciri khas Sumedang. Ornamen budaya Sumedang harus terasa, nanti silakan dirancang oleh ahlinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat di Ujungjaya tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga akan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Potensi tenaga kerja lokal diharapkan dapat terlibat dalam pembangunan hingga operasional sekolah, termasuk pengelolaan dapur dan fasilitas pendukung lainnya.
“Ini akan mendekatkan ekonomi ke masyarakat. Tenaga kerja lokal bisa terlibat, UMKM bisa tumbuh, dan dampaknya akan terasa langsung,” ungkapnya.
Dari sisi lokasi, SR Sumedang dinilai sangat strategis karena berada di persimpangan Tol Cisumdawu dan Tol Cipali, serta hanya berjarak sekitar 8–10 kilometer dari Bandara Kertajati. Akses ke kawasan industri dan wilayah strategis lainnya seperti Patimban dan Cirebon juga sangat dekat.
Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk terus mengawal dan mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang agar selesai tepat waktu dan berkualitas.
“Mohon doanya agar pembangunan SR Sumedang lancar, semua yang terlibat sehat dan selamat, dan insya Allah bisa selesai sesuai target percepatan bulan Juni,” pungkasnya. ***



