KAB BANDUNG (BR.NET).- Tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot bersama Prima Citeureup, didampingi Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Polsek, dan Koramil Dayeuhkolot melaksanakan kegiatan pengukuran Sungai Cipalasari sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer.
Pengukuran dimulai dari Jembatan Sekegoong hingga berakhir di Rumah Pompa Cigede pada Sabtu (14/2/2026).
Ketua Pentahelix, Tri Rahmanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi mendadak dari pihak SDA Provinsi untuk ikut membantu melakukan pengukuran sungai.
"Atas instruksi pihak SDA, kami pentahelix bersama Prima ikut serta membantu dalam pelaksanaan tersebut untuk percepatan pelaksanaan pengukuran," ujar Tri di lokasi
Pengukuran tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk normalisasi sungai secara manual. Hal ini karena pada sejumlah titik, aliran Sungai Cipalasari terhalang bangunan dan benteng permanen sehingga alat berat sulit melakukan manuver untuk pengerukan.

Selama proses pengukuran, Tim Pentahelix juga menemukan beberapa kendala di lapangan, di antaranya kondisi jembatan yang dinilai kurang tinggi, serta adanya bentangan kabel di bawah jembatan.
Keberadaan kabel tersebut kerap menghambat aliran air karena sampah mudah tersangkut, sehingga memperparah potensi penyumbatan dan luapan saat debit air meningkat.



