Garut,
| Kang Oos Supyadin, SE., MM., salah seorang pemerhati kesejarahan dan budaya yang tergabung dalam Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG) serta Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, menyampaikan pandangannya saat berbincang melalui sambungan telepon, Selasa (05/05/2026).
Ia menuturkan bahwa mayoritas masyarakat Sunda kerap hanya “terbawa arus” dalam menyaksikan atau mengikuti kegiatan seperti kirab budaya dan berbagai agenda serupa. Namun, tidak sedikit dari mereka yang minim, bahkan tidak memahami makna sejarah dan nilai budaya yang terkandung dalam tema atau slogan kegiatan tersebut.
Menurutnya, minimnya pemahaman terhadap sejarah dan budaya dapat berdampak pada munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat Sunda itu sendiri. Akibatnya, tidak jarang muncul kecurigaan atau penilaian negatif terhadap praktik budaya tertentu, seperti dianggap bertentangan dengan nilai agama, dicap sebagai kemusyrikan, kesesatan, bahkan disebut “jiga jalma nu lalieur”.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya media komunikasi sejarah dan budaya sebagai solusi atas persoalan tersebut. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah menyusun narasi sejarah dan budaya untuk setiap kegiatan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat.
Sebagai contoh, dalam pelaksanaan Ruwatan Bumi, masyarakat perlu diberikan pemahaman melalui narasi yang jelas mengenai makna, tujuan, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Selain itu, setiap istilah atau simbol yang dianggap unik atau asing juga perlu disertai penjelasan agar tidak menimbulkan multitafsir.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbedaan pemahaman di tengah masyarakat Sunda adalah hal yang wajar. Namun demikian, semua pihak perlu tetap membuka ruang diskusi dan memperkuat silaturahmi. Dengan demikian, nilai asah, asih, asuh sebagai amanat Siliwangi dapat terus hidup dan terpatri dalam kehidupan masyarakat Sunda.
Ia pun menambahkan, bukan tidak mungkin nilai-nilai adab dan perilaku tersebut kini mulai memudar dalam atmosfer kehidupan masyarakat di tatar Sunda.****



