Kab. Tasikmalaya,
| Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Dinas Sosial, PPKB, dan P3A Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Bakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya pada 30 Juni 2026.
Koordinator KB Kecamatan Bojonggambir, Ii Sobariah, melalui Teladan KB Kecamatan Bojonggambir, Dewi Sri Wahyuni, mengatakan kepada Bandungraya.net melalui sambungan telepon bahwa Kecamatan Bojonggambir berpartisipasi dengan mengirimkan delapan calon akseptor KB MOW. Delapan calon akseptor tersebut terdiri atas tiga orang dari Desa Campakasari, empat orang dari Desa Mangkonjaya, dan satu orang dari Desa Bojonggambir.
Sebelum diberangkatkan, seluruh calon akseptor menjalani skrining kesehatan awal di Puskesmas Bojonggambir oleh tenaga medis guna memastikan kondisi kesehatan dan kelayakan mereka untuk mengikuti pelayanan.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari peran aktif Petugas KB Kecamatan Bojonggambir (PKB/PLKB) dalam melakukan koordinasi, pendataan, konseling, serta pendampingan kepada calon akseptor. Selain itu, dukungan dari Teladan KB, Tim Pendamping Desa (TPD), dan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) juga sangat membantu melalui penyebarluasan informasi, pemberian edukasi, serta motivasi kepada masyarakat agar mengikuti pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Proses keberangkatan calon akseptor menuju lokasi pelayanan difasilitasi menggunakan Mobil Desa Wandasari dan Mobil MUI Kecamatan Bojonggambir. Atas dukungan tersebut, disampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Wandasari serta Ketua MUI Kecamatan Bojonggambir yang telah menyediakan fasilitas transportasi sehingga seluruh calon akseptor dapat mengikuti pelayanan dengan lancar.
Melalui sinergi antara Dinas Sosial, PPKB, dan P3A Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kecamatan Bojonggambir, Puskesmas Bojonggambir, PKB/PLKB, Kader IMP, pemerintah desa, serta seluruh pihak terkait, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Diharapkan kegiatan tersebut mampu meningkatkan cakupan peserta KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) serta mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas. ***



