Home / PENDIDIKAN / Detail

Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Enterpreneurship, Yayasan Hidayah Gelar Seminar Kewirausahaan

Pewarta Editor
Pewarta: CEHI Editor: DANRU Minggu, 31 Mei 2026 01:24 WIB
Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Enterpreneurship, Yayasan Hidayah Gelar Seminar Kewirausahaan
Bambang Antarksa, SKM, MM, CPS.

BANDUNG,  BR.NET | Guna mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan siap bersaing di era global, Yayasan Hidayah berkolaborasi dengan Yayasan Harmoni Cendikia menggelar seminar motivasi dan kewirausahaan pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Hidayah Bojongsoang Kabupaten Bandung,  ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai program studi, mulai dari Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), hingga Ekonomi Syariah.

Acara ini menghadirkan dua pembicara yang berkompeten di bidangnya untuk memberikan pembekalan komprehensif, baik dari sisi profesionalisme kerja maupun kemandirian ekonomi.

Menembus Realitas Korporat Menjadi Pemimpin Masa Depan

Sesi pertama dibuka dengan pemaparan materi yang inspiratif bertajuk "FROM FRESH GRADUATE TO FUTURE LEADER" oleh Bambang Antariksa. Pria lulusan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Magister Manajemen Universitas Winaya Mukti ini mengupas tuntas tantangan nyata yang dihadapi dunia kerja saat ini.

Sebagai mantan Manajer di Danone Indonesia sekaligus pendiri Kanamu Training Center dan dosen di STIKIM Jakarta, Bambang membagikan roadmap (peta jalan) strategis bagi para mahasiswa yang akan segera lulus.

Ada empat poin utama yang ia tekankan. Realitas Korporat: Memahami dinamika dan budaya di dalam dunia kerja profesional, Persiapan Memasuki Dunia Kerja: Strategi membangun personal branding dan portofolio yang memikat bagi industri,  Keterampilan Lunak (Soft Skill): Mengasah komunikasi, adaptabilitas, dan kolaborasi sebagai kunci utama pertumbuhan karier,  Kepemimpinan (Leadership): Menumbuhkan jiwa pemimpin sejak dini agar mampu membawa perubahan positif di lingkungan kerja.

"Gelar akademis adalah kunci pembuka pintu, namun soft skill dan kepemimpinanlah yang menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah di dalam industri profesional," ujar Bambang di hadapan para peserta.

Sponsored Content
Hal 1 / 2
Next

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar