Data menunjukkan adanya penurunan drastis minat melanjutkan sekolah: jenjang SMP turun 20%, dan jenjang SMA merosot hingga 40%. Faktor ekonomi, pernikahan dini, hingga akses teknologi digital menjadi penyebab utamanya.
"Kami berkomitmen menyelaraskan kuantitas dan kualitas melalui kompetisi cerdas cermat untuk meningkatkan sains dan literasi. serta cepat dan tepat untuk meningkatkan kemampuan kalkulasi/perhitungan atau numerasi. Kami ingin anak-anak Garut memiliki fighting spirit (semangat juang) yang tinggi melalui kebiasaan berkompetisi," jelas Bupati.
Bupati juga mengapresiasi peran Muhammadiyah yang telah membantu pemerintah menyediakan akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok Garut.
Selain itu, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Garut Kota, Dede Hidayat, mengucapkan terima kasih atas alokasi anggaran revitalisasi tersebut. Ia merinci bahwa di cabang Garut Kota sendiri terdapat 5 sekolah yang mendapatkan program ini.
Ia memaparkan bahwa kegiatan revitalisasi ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah, khususnya dalam penguatan karakter peserta didik.
Diakhir, Dede mengucapkan terima kasih kepada Mendikdasmen dan seluruh pihak yang mendukung transformasi pendidikan di sekolah khususnya di Kabupaten Garut. ***



