Kab. Bandung, (BR.NET).— Suasana Dome Bale Rame terasa berbeda pada Sabtu (24/1/2026). Iringan kendang pencak silat berpadu dengan sorot mata penuh semangat para pesilat muda yang menampilkan gerak sarat makna. Yang tersaji bukan sekadar kompetisi, melainkan perjumpaan nilai-nilai budaya dalam ajang Pasanggiri Pencak Silat Pusaka Kujang Kencana.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung, Rifki Fauzi, S.E. hadir langsung memberikan dukungan sekaligus apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pasanggiri pencak silat memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya leluhur yang kaya akan nilai filosofi dan pembentukan karakter.
“Pencak silat bukan hanya soal jurus dan kekuatan fisik. Di dalamnya ada adab, disiplin, rasa hormat kepada guru, serta nilai-nilai kebudayaan yang membentuk karakter. Pasanggiri seperti ini menjadi ruang penting untuk mengenalkan semua itu kepada generasi muda,” ujar Rifki.
Ia menilai, di tengah derasnya arus budaya modern, pencak silat harus terus dihadirkan di ruang-ruang publik agar tidak tergerus zaman. Pasanggiri menjadi salah satu sarana efektif untuk menjaga agar pencak silat tetap hidup, berkembang, dan relevan di kalangan anak muda.
“Jika generasi muda diberi ruang, mereka akan bangga dengan budayanya sendiri. KNPI siap mendukung penuh kegiatan seni dan budaya seperti ini, karena di sinilah jati diri bangsa dirawat,” tambahnya.
Pasanggiri Pencak Silat Pusaka Kujang Kencana diikuti oleh berbagai perguruan pencak silat dari sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antarperguruan serta wadah pewarisan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi.
Melalui pasanggiri ini, Dome Bale Rame tak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga ruang hidup bagi budaya pencak silat—tempat nilai, sejarah, dan semangat kebersamaan bertemu dan terus dijaga keberlangsungannya. Menutup keterangannya, Rifki memberikan pesan dukungan dan motivasi kepada para pesilat muda.
“Teruslah berlatih, jaga adab, dan jangan pernah malu menjadi pesilat. Kalian adalah penjaga warisan leluhur dan masa depan pencak silat. Selama masih ada generasi muda yang mau berdiri di gelanggang dengan hati, disiplin, dan semangat kebersamaan, pencak silat akan tetap hidup dan membanggakan,” pungkasnya. ***



