Home / PERISTIWA / Detail

Rumah Hunian Roboh di Ciamis, Tiga KK Terpaksa Dievakuasi

Pewarta Editor
Pewarta: ODENG Editor: BR.NET Senin, 21 September 2026 09:49 WIB
Rumah Hunian Roboh di Ciamis, Tiga KK Terpaksa Dievakuasi

BR.NET – Sebuah rumah hunian di Dusun Nanggela Kidul, RT 009/RW 004, Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, roboh akibat kondisi bangunan yang telah lapuk serta longsornya tebing penahan tanah, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kasi Pemerintahan Desa Sumberjaya, Kurniawan, saat dikonfirmasi bandungraya.net, membenarkan peristiwa tersebut. Rumah yang terdampak dihuni oleh tiga kepala keluarga (KK) dengan total delapan jiwa.

Ketiga keluarga tersebut yakni Gungun Gunawan dengan satu KK beranggotakan empat jiwa, Ikbal Maulana satu KK dengan dua jiwa, serta Sandi Nugraha satu KK dengan dua jiwa.

“Alhamdulillah, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta,” ujar Kurniawan.

Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) wilayah Cihaurbeuti, Misbah, menambahkan, dampak kejadian tersebut cukup serius. Dinding rumah milik Gungun Gunawan ambruk dan mengalami rusak berat, sementara sebagian bagian atap juga mengalami kerusakan.

“Kondisi rumah untuk sementara tidak aman untuk ditempati karena masih rawan terjadi longsor susulan,” kata Misbah.

Pasca kejadian, masyarakat bersama Kepala Desa Sumberjaya, kepala dusun, ketua RW, ketua RT, serta perangkat desa langsung melakukan evakuasi terhadap penghuni rumah yang berada di lokasi terdampak.

Selain mengevakuasi penghuni, warga juga membersihkan material bangunan yang roboh serta memindahkan barang-barang milik korban ke tempat yang lebih aman. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada dinas dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut Misbah, warga terdampak saat ini membutuhkan sejumlah bantuan, di antaranya bahan material bangunan seperti pasir, semen dan besi beton, terpal, serta makanan siap saji.

Berdasarkan hasil pemantauan Tagana di lapangan, kondisi tebing atau tembok penahan tanah mengalami longsor. Sementara itu, sejumlah bagian bangunan, seperti dinding, atap, dan konstruksi rumah, diketahui sudah dalam kondisi lapuk.

Selain itu, bangunan berada sejajar dengan tebing yang telah mengalami retakan dan berpotensi mengalami longsor susulan.

Pihak terkait diharapkan dapat segera melakukan penanganan dan memberikan bantuan kepada warga terdampak guna memastikan keselamatan penghuni serta mencegah dampak lebih lanjut. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar