Kab. Bandung,
| SMP Prima Cendekia Islami (PCI) Baleendah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang unggul, tidak hanya melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui pendidikan karakter yang menjadi fondasi utama pembentukan peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Scout Camp 2026 yang mengusung tema "Berani Mencoba, Siap Berkarya".
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan bidang kepramukaan itu berlangsung pada 29–30 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Sekolah Alam SMP Prima Cendekia Islami, Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sebanyak 104 murid kelas VII mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembinaan karakter setelah memasuki jenjang pendidikan di SMP Prima Cendekia Islami.
Bagi SMP Prima Cendekia Islami, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pengalaman belajar di alam terbuka menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, melatih kemandirian, menanamkan kedisiplinan, membangun kepemimpinan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan.
Kepala SMP Prima Cendekia Islami, Beni Saputro, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Scout Camp merupakan bagian dari program pembinaan karakter yang secara konsisten dilaksanakan setiap tahun sebagai implementasi pendidikan yang utuh dan berkelanjutan.

"Scout Camp bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi menjadi media pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan dengan pengalaman belajar di alam terbuka. Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk berani menghadapi tantangan, mandiri dalam mengambil keputusan, mampu bekerja sama dalam tim, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Kami berharap tema Berani Mencoba, Siap Berkarya dapat menjadi semangat bagi seluruh peserta untuk terus berkembang menjadi generasi yang berkarakter, kreatif, dan bertanggung jawab," ujar Beni Saputro.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung. Mulai dari pendirian tenda, penjelajahan alam (wide game), materi kepramukaan, team building, api unggun, pentas kreativitas, renungan malam, ibadah berjamaah, hingga kegiatan kebersihan dan pelestarian lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mengedepankan pendekatan experiential learning, yaitu pembelajaran melalui pengalaman nyata. Pendekatan ini menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan memecahkan masalah, keterampilan berkomunikasi, jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta kepedulian sosial yang akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.



