Home / PENDIDIKAN / Detail

Setelah Kelas 9 ke Singapura dan Malaysia, Kini Giliran Kelas 7 dan 8 Ke Jogyakarta

Foto Penulis | ICHA • Jumat, 16 Januari 2026 12:41 WIB
Setelah Kelas 9 ke Singapura dan Malaysia, Kini Giliran Kelas 7 dan 8 Ke Jogyakarta

Bandung (BR.NET).- Salah satu agenda rutin tahunan kelas IX SMP Prima Cendekia Islami (SMP PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung, adalah Rihlah Ilmiah ke luar negeri sebagai upaya memberikan wawasan global dan perspektif internasional kepada para siswa. Program rihlah ilmiah ini disusun secara terprogram dan berjenjang, yakni kelas VII ke Jakarta, kelas VIII ke Yogyakarta, dan kelas IX mengikuti rihlah ilmiah internasional ke Singapura dan Malaysia.

Setelah mengunjungi Sekolah Indonesia Singapura (SIS) serta sejumlah destinasi edukatif dan wisata di Singapura, rihlah ilmiah dilanjutkan ke Malaysia dengan menyeberang ke Johor, kemudian menuju Melaka untuk wisata sejarah. Di kota bersejarah tersebut, para siswa melihat langsung peninggalan era kolonial Portugis dan Belanda, serta jejak lalu lintas perdagangan internasional pada abad ke-15 dan ke-16 di kawasan Selat Malaka.

Untuk memperkuat pengalaman belajar, wawasan akademik, serta pendidikan global, para siswa juga diajak mengunjungi Universiti Malaya (UM) di Kuala Lumpur.
“Kami sengaja membawa siswa SMP PCI ke kampus ternama di Malaysia agar mereka memahami sistem pendidikan di luar negeri sejak dini,” ujar Ibu Siti Komariah, Ph.D., Ketua Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, yang turut mendampingi rombongan siswa di Kuala Lumpur.

Menurut Ibu Siti, wawasan akademik yang luas perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar para siswa memiliki cita-cita tinggi, termasuk peluang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Universiti Malaya dipilih sebagai tujuan edukasi internasional karena merupakan universitas negeri tertua, terkemuka, dan paling prestisius di Malaysia.
“Universiti Malaya menempati peringkat pertama universitas di Malaysia dan masuk dalam 100 besar universitas dunia. Reputasinya sangat dihormati di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Ibu Siti, doktor sosiologi alumni Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya.

Ia menambahkan, Universiti Malaya memiliki ribuan mahasiswa internasional dari Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa, serta menjadi tujuan favorit mahasiswa Indonesia karena kualitas akademik dan kedekatan budaya.
“Karena itulah, kami membawa siswa SMP PCI untuk mengenal lebih jauh universitas di negara tetangga,” ujar sosiolog dari Universitas Pendidikan Indonesia tersebut.

Selama kunjungan di Universiti Malaya, para siswa SMP PCI dipandu langsung oleh dua mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program doktoral sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Keduanya memberikan penjelasan seputar perkuliahan sekaligus motivasi agar para siswa berani bermimpi dan mempersiapkan diri untuk studi di luar negeri.

Selain kunjungan akademik, rombongan siswa SMP PCI juga mengunjungi sejumlah destinasi ikonik di Kuala Lumpur. Ibu Abhelia Permatasari, S.Pd., Wakil Kepala SMP Prima Cendekia Islami yang turut mendampingi siswa di Singapura dan Malaysia, menyebutkan beberapa lokasi yang dikunjungi, antara lain Menara Kembar Petronas (Twin Towers), Genting Highlands, Dataran Merdeka, serta kawasan pusat pemerintahan di Putrajaya.

“Rihlah Ilmiah ini merupakan agenda akademik yang memberikan pengalaman luar biasa bagi siswa untuk tumbuh menjadi pribadi berwawasan global, dengan memadukan unsur pendidikan, budaya, dan motivasi pengembangan diri,” tutup Ibu Abhelia.

Melalui program ini, siswa SMP PCI yang berasal dari Baleendah, Kabupaten Bandung, diharapkan memiliki cakrawala internasional yang luas serta kesiapan menghadapi tantangan global di masa depan.

Bagikan:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar