JAKARTA (BR.NET).– Huawei menempatkan pengembangan smartphone lipat sebagai strategi jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren industri. Komitmen ini diwujudkan melalui riset berkesinambungan, komersialisasi dalam skala besar, serta penyempurnaan produk dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selama tujuh tahun terakhir, perusahaan teknologi asal Tiongkok tersebut konsisten meningkatkan aspek desain, durabilitas, dan teknologi kamera pada lini foldable, hingga mampu menghadirkan kualitas setara smartphone flagship konvensional.
Dominasi Huawei di pasar Tiongkok—yang dikenal memiliki persaingan ketat sekaligus tingkat adopsi foldable paling matang—menjadi bukti atas kekuatan produknya. Tingginya penjualan dan pangsa pasar mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas, ketahanan, serta inovasi yang ditawarkan. Pasar domestik juga berperan sebagai laboratorium komersial untuk menguji teknologi sekaligus menyempurnakan pengalaman pengguna berbasis data aktual.
Setelah sukses di dalam negeri, Huawei bersiap memperluas jangkauan global HUAWEI Mate X7, termasuk ke Indonesia.
Dari Perintis hingga Pemimpin Pasar
Langkah Huawei di kategori foldable dimulai pada 2019 lewat peluncuran HUAWEI Mate X, perangkat pertama di dunia dengan desain layar terlipat ke luar (outward-folding). Kehadirannya tak hanya menawarkan pendekatan desain berbeda, tetapi juga membuka perspektif baru dalam evolusi perangkat mobile.
Sejak itu, foldable menjadi platform teknologi utama Huawei dengan dukungan investasi riset yang signifikan. Portofolionya berkembang mencakup berbagai format—mulai dari outward-fold, inward-fold, wide-fold, dual-fold, hingga tri-fold—yang menunjukkan eksplorasi menyeluruh terhadap potensi desain perangkat lipat.
Di Indonesia, Huawei tercatat sebagai brand pertama yang menghadirkan smartphone lipat secara resmi, membangun awareness awal sekaligus basis konsumen. Perusahaan juga mencatat tonggak penting lewat komersialisasi perdana smartphone tri-fold di dunia, memperlihatkan kemampuannya mengubah inovasi futuristik menjadi produk massal.
Ketahanan sebagai Fondasi


