Home / PERISTIWA / Detail

Tabayun dengan Yayasan dan Mitra Dapur SPPG, Keluhan Mantan Relawan Temui Titik Terang

Pewarta Editor
Pewarta: TATANG Editor: BR.NET Selasa, 20 Oktober 2026 15:59 WIB
Tabayun dengan Yayasan dan Mitra Dapur SPPG, Keluhan Mantan Relawan Temui Titik Terang

BR.NET – Video viral di media sosial terkait pemberhentian sepihak sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akhirnya menemui titik terang setelah kedua belah pihak melakukan tabayun atau klarifikasi bersama, Selasa (20/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Sugema, Ciatel, Kabupaten Garut, tersebut mempertemukan pihak Yayasan RAOMI MATAHARI GIZI yang diwakili Arif selaku penanggung jawab (PIC) SPPG bersama perwakilan mitra dapur dan tiga orang perwakilan mantan relawan.

Tabayun tersebut dimediasi oleh Laskar Prabowo 08 PAC Kecamatan Karangpawitan sebagai upaya menjembatani keluhan para mantan relawan sekaligus mencari penyelesaian atas persoalan yang berkembang.

Dalam pertemuan itu, para mantan relawan menyampaikan sejumlah keberatan, terutama terkait pemberhentian yang mereka nilai dilakukan tanpa alasan yang jelas. Selain itu, mereka juga meminta kejelasan mengenai sertifikat pelatihan yang menjadi salah satu persyaratan untuk menjadi relawan SPPG.

Salah seorang perwakilan relawan mengungkapkan bahwa mereka berharap mendapatkan penjelasan atas keputusan pemberhentian tersebut serta kepastian mengenai hak mereka atas sertifikat pelatihan yang sebelumnya dibiayai oleh pihak yayasan.

Menanggapi keluhan tersebut, Arif selaku perwakilan yayasan sekaligus PIC SPPG menyampaikan permohonan maaf kepada para relawan yang terdampak keputusan tersebut.

“Pertama, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh relawan yang dirumahkan. Kenapa saya menyebutnya dirumahkan? Karena tujuan saya, apabila suatu saat ada relawan yang keluar, mereka bisa dipanggil kembali,” ujar Arif.

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil dalam situasi yang menurutnya cukup sulit. Setelah dapur SPPG berpindah lokasi, warga di sekitar lokasi dapur yang baru turut mengajukan diri untuk menjadi relawan. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus mengambil keputusan yang berdampak pada sembilan relawan sebelumnya.

“Pada saat itu, kami cukup bingung mengambil keputusan. Dengan adanya perpindahan dapur dan permintaan warga sekitar lokasi yang baru untuk menjadi relawan, akhirnya dengan berat hati kami merumahkan sembilan relawan tersebut. Namun, inilah yang terjadi,” jelasnya.

Terkait permintaan para relawan, Arif menyampaikan bahwa pihaknya berupaya memenuhi tuntutan tersebut. Namun, ia terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan kepala SPPG agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti.

“Insyaallah, kami akan berupaya memenuhi permintaan para relawan. Sebelumnya, saya akan berkoordinasi dengan kepala SPPG. Alhamdulillah, saat ini sudah ada perwakilan dari mitra dapur yang bisa mendengar langsung keluhan ibu-ibu relawan. Secepatnya, kami akan memberikan informasi kepada salah seorang perwakilan relawan,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangan masing-masing dan mencari jalan keluar melalui komunikasi secara langsung. Meski demikian, tindak lanjut terkait permintaan sertifikat dan penyelesaian keluhan para relawan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Sementara itu, para mantan relawan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Laskar Prabowo 08, khususnya PAC Kecamatan Karangpawitan, yang telah memfasilitasi dan mendampingi mereka dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.

“Kami, para relawan SPPG yang diberhentikan tanpa merasa melakukan kesalahan, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Laskar Prabowo 08, khususnya PAC Kecamatan Karangpawitan. Permasalahan yang kami hadapi akhirnya mendapatkan ruang untuk dibicarakan dan mulai menemui titik terang,” ungkap perwakilan relawan.

Mereka juga menyampaikan penghargaan atas waktu, tenaga, serta pendampingan yang diberikan sejak awal hingga berlangsungnya pertemuan tersebut.

“Sekali lagi, terima kasih atas segala bantuan dan dukungannya. Semoga segala kebaikan Bapak dan Ibu dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda,” tutupnya.

Melalui tabayun ini, diharapkan komunikasi antara pihak yayasan, mitra dapur SPPG, dan para mantan relawan dapat terus terjalin dengan baik sehingga persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara terbuka, adil, dan mengedepankan musyawarah. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar