"Kalau drainase sudah dinormalisasi tetapi tidak dijaga bersama, maka hasilnya tidak akan maksimal. Apalagi jika membuang sampah ke saluran air. Karena itu kami mengajak seluruh warga untuk ikut berperan aktif menjaga fungsi saluran air," ungkap Tri Rahmanto.
Ia menegaskan bahwa normalisasi drainase akan terus dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi rawan genangan lainnya, dengan melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam Pentahelix.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan aliran air di pinggir Jalan Dayeuhkolot terutama di depan Ria Busana dapat kembali lancar serta mampu meminimalisir genangan yang selama ini kerap terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat," tambahnya.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur kawasan Dayeuhkolot sejak malam hari sebelumnya menyebabkan air menggenang di ruas Jalan Utama Dayeuhkolot dengan ketinggian antara 30 hingga 70 sentimeter.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat.
Tim Pentahelix Penanggulangan Banjir Dayeuhkolot menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Upaya penanganan banjir tidak hanya difokuskan pada aspek teknis, tetapi juga pada perubahan perilaku bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh warga Dayeuhkolot.(**)



