Home / PERISTIWA / Detail

Tongkat Komando PWI Jabar Resmi Dilantik Akhmad Munir di Gedung Merdeka Kota Bandung

Pewarta Editor
Pewarta: HAMDAN Editor: BR.NET Jumat, 02 Oktober 2026 12:09 WIB
Tongkat Komando PWI Jabar Resmi Dilantik Akhmad Munir di Gedung Merdeka Kota Bandung

BR.NET |  Ketua Umum PWI Provinsi Jawa Barat, Tantan Sulton Bukhawan, beserta jajaran pengurus PWI Periode 2026-2031 secara resmi dilantik oleh Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir. 

Prosesi sakral yang menandai babak baru pers di Tanah Pasundan ini berlangsung di Gedung Merdeka, Bandung, dan dihadiri langsung oleh orang nomor satu di Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi, pada Jumat (2/10/2026).

Suasana khidmat di gedung bersejarah tersebut seketika cair namun penuh perenungan saat Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan sambutannya. 

Mengawali sambutannya dengan sapaan hangat "Sampurasun", KDM langsung melontarkan kritik sekaligus tantangan tajam bagi lanskap media modern yang kini terjebak dalam pusaran digitalisasi dan media sosial.

KDM menyoroti bagaimana ruang publik saat ini tidak lagi didominasi oleh produk jurnalistik yang objektif, melainkan oleh narasi buatan yang destruktif demi kepentingan politik praktis.

"Pertarungan berita di media hari ini adalah pertarungan antar-buzzer. Mereka cukup mendominasi dalam pikiran-pikiran orang. Yang dibangun bukan narasi objektif, melainkan penggilingan opini untuk meluluhlantakkan lawan politik," ujar Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, KDM mengingatkan bahwa ujian sesungguhnya bagi seorang jurnalis adalah ketika media harus berkompromi dengan kebutuhan industri dan kerja sama birokrasi, namun tetap dituntut menjaga marwah jurnalisme.

"Mau tidak mau, media harus bekerja sama dengan birokrat, politisi, dan pejabat. Pada kerja sama itulah independensi teruji. Akankah bersikap objektif atau sekadar mengikuti keinginan Dinas Komunikasi dan Informatika?" tegas KDM, 

Seraya menambahkan bahwa dirinya sengaja menciptakan iklim yang dinamis di Jawa Barat agar masyarakat terdidik untuk cerdas memilah informasi secara personal dan objektif.

Senada dengan kegelisahan tersebut, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir dalam sambutan berikutnya memberikan penegasan mengenai arah gerak organisasi ke depan. 

Munir mengingatkan kembali legitimasi historis PWI yang lahir pada 9 Februari 1946 dari semangat nasionalisme para wartawan pejuang kemerdekaan.

Di hadapan ribuan anggota PWI Jawa Barat, Akhmad Munir menegaskan bahwa pers hari ini harus menjadi benteng pertahanan kebenaran di tengah tsunami disrupsi informasi.

"Kehadiran pers sangat mendesak dan urgen untuk memastikan informasi yang diterima oleh masyarakat adalah informasi yang benar dan akurat, yang menjadi energi positif bagi bangsa ini untuk maju, tumbuh, dan berkembang," pungkas Akhmad Munir. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar