BANDUNG,
| Gagasan perguruan tinggi berdampak menemukan bentuk konkretnya di Baleendah, Kabupaten Bandung. Dua dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum. dan Siti Komariah, M.Si., Ph.D., membawa pengetahuan dan pengalaman akademiknya keluar dari kampus melalui pendirian SMP Prima Cendekia Islami (SMP PCI), sekolah yang memadukan teknologi digital dengan nilai-nilai Qurani.
Berdiri sejak 7 Juli 2021, SMP PCI kini telah terakreditasi A. Kehadirannya menjadi salah satu contoh bagaimana perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat, bukan hanya melalui kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi juga melalui pembangunan ekosistem pendidikan yang mempertemukan dosen, alumni, mahasiswa, guru, dan peserta didik.
Prof. Dadan Wildan merupakan dosen Pendidikan Sejarah, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI. Sementara itu, Siti Komariah merupakan dosen Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI.
Keduanya menggagas SMP PCI dengan konsep Sekolah Digital Qurani, yaitu model pendidikan yang memadukan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dengan penguatan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur'an.
Kehadiran SMP PCI sejalan dengan semangat UPI Berdampak, bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kuliah, jurnal ilmiah, seminar, atau laboratorium, tetapi diterjemahkan menjadi solusi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Perguruan tinggi harus hadir dan memberikan manfaat nyata. Ilmu yang kita kembangkan di kampus pada akhirnya harus kembali kepada masyarakat. SMP PCI kami bangun dengan semangat tersebut, menjadi ruang tempat pendidikan, teknologi, nilai Qurani, penelitian, dan pengabdian dapat bertemu,” kata Prof. Dadan Wildan.

Dampak tersebut terlihat dari ekosistem yang dibangun SMP PCI. Sekolah ini dikelola oleh lulusan UPI dan hampir seluruh tenaga pendidiknya merupakan alumni UPI. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kompetensi keguruan dan pendidikan yang diperoleh alumni selama menempuh pendidikan di UPI mendapatkan ruang untuk diimplementasikan secara langsung.
SMP PCI juga membuka diri sebagai ruang penelitian bagi mahasiswa dan dosen UPI. Sekolah dapat menjadi tempat untuk mengamati persoalan pendidikan secara nyata, mengembangkan model pembelajaran, melakukan penelitian, sekaligus menguji berbagai inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi.
Dengan model tersebut, sekolah tidak semata-mata menjadi objek pengabdian perguruan tinggi. Sebaliknya, sekolah menjadi mitra sekaligus laboratorium nyata bagi pengembangan ilmu pendidikan.
Siti Komariah mengatakan, keterhubungan antara perguruan tinggi dan sekolah perlu terus diperkuat agar kajian akademik tetap berpijak pada persoalan nyata yang berkembang di masyarakat.
“Sekolah menghadapi dinamika sosial yang sangat cepat, terutama karena perkembangan teknologi. Di sinilah perguruan tinggi dapat berkontribusi. Penelitian harus mampu membaca perubahan tersebut, sementara hasil penelitian harus kembali memberikan manfaat bagi guru, peserta didik, sekolah, dan masyarakat,” ujar sosiolog UPI tersebut.
UPI Berdampak Bukan Sekadar Slogan
Kehadiran SMP PCI juga dapat dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni perubahan orientasi kinerja pendidikan tinggi di Indonesia.
Perguruan tinggi semakin didorong untuk tidak hanya mengukur keberhasilan dari proses dan aktivitas akademik, tetapi juga dari outcome serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat, dunia pendidikan, dunia kerja, dan para pemangku kepentingan.
Dalam konteks tersebut, SMP PCI memperlihatkan sejumlah mata rantai dampak sekaligus.
Kepakaran dosen hadir di tengah masyarakat melalui pendirian dan pengembangan sekolah. Alumni UPI memperoleh ruang untuk menerapkan kompetensi profesionalnya sebagai guru. Mahasiswa mendapatkan ruang belajar dan penelitian di luar kampus. Dosen memperoleh ruang penelitian berbasis persoalan nyata. Sementara masyarakat mendapatkan alternatif layanan pendidikan yang menggabungkan pemanfaatan teknologi dengan penguatan karakter.
Dengan demikian, dampak perguruan tinggi tidak berhenti ketika sebuah penelitian selesai atau mahasiswa dinyatakan lulus.
Dampak justru terlihat ketika pengetahuan, sumber daya manusia, penelitian, dan inovasi perguruan tinggi menghasilkan perubahan yang nyata dalam kehidupan masyarakat.
SMP PCI menjadi salah satu contoh bagaimana semangat tersebut dapat dimulai dari sektor yang menjadi kekuatan utama UPI sebagai perguruan tinggi pendidikan: sekolah dan pembelajaran.
Dari Baleendah, Kabupaten Bandung, SMP PCI menunjukkan bentuk konkret dari perguruan tinggi berdampak: ilmu dari kampus kembali ke sekolah, diuji dalam kehidupan nyata, kemudian dikembangkan kembali untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Itulah esensi UPI Berdampak. ***



