Soreang (BR).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung mengungkapkan dari total ruang kelas sebanyak 8857 unit dari 1400 sekolah, sebanyak 1684 ruang kelas sekolah mengalami kerusakan, sedangkan 6573 ruang kelas dalam kondisi baik. Ruang kelas yang rusak ringan 1171 unit, rusak sedang 428 unit dan rusak berat 85 unit kelas.
Kepala Bidang (Kabid) SD, Disdik Kabupaten Bandung, H. Maman Sudrajat mengungkapkan ruang kelas sekolah yang rusak tersebar merata di 31 kecamatan yang ada. Hal tersebut berdasarkan perkembangan petugas Disdik di lapangan.
“Kenapa gak beres-beres, karena jumlahnya hampir 9000 (ruang kelas). Paling diintervensi (rehab) sekitar 200 hingga 250 ruang kelas pertahun,” ujarnya, Kamis (18/10). Di sisi lain, menurutnya, dengan kondisi seperti itu, bangunan sekolah yang baik tiap tahun mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat.
Ia menuturkan, perbaikan ruang kelas menjadi lebih baik tidak akan beres. Apabila tidak diperbaiki sekaligus oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. “Tidak akan beres (perbaikan) sampai saya diganti atau pensiun,” ungkapnya berkelakar.
Dirinya mengatakan, masalah lain yang dihadapi Disdik Kabupaten Bandung dalam perbaikan ruang kelas sekolah adalah sistem penganggaran APBD. Ia mengatakan, anggaran APBD dibuat menggunakan sistem musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di wilayah.
Menurutnya, dengan musrenbang maka terdapat unsur subjektifitas dan yang hadir tidak seluruhnya mewakili unsur termasuk kepala sekolah. “Disdik tidak punya prioritas mengatur APBD untuk perbaikan,” katanya.
Maman mengatakan mereka yang terlibat di musrenbang desa hanya yang aktif yaitu kader dan kebanyakan kepala sekolah tidak terlibat. “Yang datang musrenbang itu apakah ada kepala desa mengundang kepala sekolah kurang tahu pasti, karena ternyata ada satu kecamatan tidak ada usulan (rehab) di Katapang meski ada sekolah rusak,” katanya.
Ia menuturkan, rehab ruang kelas 2018 dengan anggaran APBD sebanyak 88 sekolah dengan jumlah ruang kelas 120 unit. Sedangkan, 2019 sebanyak 120 sekolah dengan 160 unit ruang kelas sekolah.
Sementara itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digunakan pada 2019 mendatang untuk rehab sebanyak Rp 15 miliar. Sementara DAK 2018 digunakan untuk 132 sekolah dengan 352 ruang kelas sekolah. “Kalau DAK programnya tuntas, rata-rata dapat 3 dan paling sedikit dua ruang kelas,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan mengaku miris dan sedih melihat masih adanya bangunan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung yang kondisinya rusak berat dan memprihatinkan. Bahkan, bangunan tersebut mengancam keselamatan siswa yang tengah melakukan kegiatan belajar mengajar.
Ia mengaku miris melihat di lapangan masih ada kondisi bangunan SD yang rusak berat. Apalagi katanya, SD Patuha berada di wilayah perkebunan yang jauh dari mana-mana. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di SD akan tetapi di tingkat SMP juga. “Untuk pengajar, syukur alhamdulillah ada yang mau mengajar disini,” katanya.
Menurutnya, kondisi itu harus menjadi cambuk agar anggaran untuk pendidikan lebih diprioritaskan disamping anggaran untuk sektor lainnya. Saat ini, anggaran perbaikan sekolah sudah diprogramkan pada APBN namun realisasinya tidak dilaksanakan pada 2018 akan tetapi 2019 mendatang. (BR. 01)
Discussion about this post