KAB. BANDUNG ( BR. NET) Para petani penerima manfaat bantuan hibah sarana dan prasarana pembangunan sumur dalam di Desa Cihanyir Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung bersyukur. Karena mereka bisa menikmati langsung bantuan hibah dari Kementerian Pertanian RI itu untuk mengolah lahan pertanian padi sawah tersebut.
Dengan adanya bantuan hibah sarana dan prasarana pertanian itu, puluhan hektare lahan pertanian padi sawah tadah hujan bisa dialiri air. Sehingga para petani bisa mengolah lahan pertanian untuk ditanami tanaman padi sawah.
Bantuan hibah sarana dan prasarana pertanian itu dikelola oleh Kelompok Tani Jaya di Desa Cihanyir. Ada dua titik lokasi pembangunan sarana dan prasarana sumur dalam tersebut.
Pantauan di lapangan, Senin (30/12/2024), air yang bersumber dari pipa air sumur dalam itu tampak mengeluarkan air cukup deras mengairi lahan sawah tadah hujan tersebut. Bahkan para petani terlihat sedang mengolah lahan pertanian pada awal penanaman padi. Dari titik sumber air itu disalurkan menggunakan pipa air sepanjang 600 meter ke lahan pertanian padi sawah tadah hujan.
Ketua Kelompok Tani Jaya Asep Hidayat (56) mengatakan satu titik sumber air sumur dalam itu bisa mengairi lahan pertanian padi sawah tadah hujan seluas 30 hektare yang ada di Blok Cibiru Desa Cihanyir tersebut.

“Dari sumber air sumur dalam itu, dengan debit air yang ada bisa mengairi seluas 5 hektare lahan pertanian padi sawah tadah hujan,” kata Asep dalam keterangannya di lokasi sawah tadah hujan, Senin 30 Desember 2024.
Ia menyebutkan prasarana sarana air sumur dalam ini sudah operasional selama 10 hari, sehingga para petani penggarap atau pemilik tani bisa menanam padi di lahan sawah tadah hujan.
“Alhamdulillah, para petani penggarap bersyukur. Para petani penggarap bisa mengolah lahan pertanian sekaligus menanam padi. Kalau tak ada sarana dan prasarana pembangunan sumur dalam ini, mungkin tak bisa mengolah lahan pertanian sawah tadah hujan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut Asep mengatakan bahwa dengan adanya pembangunan sumur dalam ini, respon para petani penggarap sangat senang dan bahagia.
“Ada kebanggaan bagi para petani, sehingga para petani penggarap maupun para pemilik lahan pertanian sawah tadah hujan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah,” ujarnya.

“Bagaimana tidak mengucapkan terima kasih, bibit di penyemaian tanaman padi sudah besar dan berusia 25 hari, begitu ada pembangunan sumur dalam ini lahan pertanian langsung bisa diolah dan bisa ditanami padi,” Ungkapnya.
Asep menyebutkan proses pengolahan lahan pertanian sawah tadah hujan itu, dimulai dari titik sumber air terdekat yang ada di bagian atas. Kemudian proses pengolahan secara bertahap ke bagian bawah, sehingga proses pengairan air sumur dalam terus mengalir ke bagian bawah lahan pertanian.
“Yang jelas masyarakat bersyukur dan terima kasih. Walau tak ada turun hujan, para petani bisa mengolah lahan pertanian dan menanam padi. Walaupun dalam proses pembagian airnya secara bergiliran,” kata Asep.
Sementara itu, Kepala Desa Cihanyir H. Ceceng Suparman yang turun langsung memantau lokasi pembangunan sumur dalam itu dan melihat langsung manfaat yang sangat luar biasa dari sarana dan prasarana sumur dalam tersebut.
Di lokasi lahan pertanian sawah tadah hujan itu, kata Ceceng, pemerintah sejak tahun 2009 lalu hingga sekarang ini sudah memfasilitasi sarana dan prasarana jalan usaha tani atau rabat beton sepanjang 2,5 km.
“Semula jalan usaha tani itu merupakan jalan setapak. Namun saat ini sudah bisa masuk mobil, setelah para pemilik lahan pertanian menghibahkan lahannya untuk pelebaran dan pembangunan jalan usaha tani tersebut,” katanya.
Ia menyebutkan ada puluhan pemilik lahan yang sudah menghibahkan lahannya untuk jalan usaha tani tersebut.
“Dengan adanya pembangunan jalan usaha tani ini, nilai jual lahan pertanian padi mencapai Rp 10 juta per tumbak. Sebelum ada jalan usaha tani, harganya Rp 300.000/tumbak,” katanya.( Awing )
Discussion about this post