Jumat, 29 Agustus, 2025

Perwakilan GKP Dayeuhkolot, Berharap Kegiatan Cek Kesehatan Yang Digelar Dapat Mengedukasi Masyarakat Pentingnya Hidup Sehat

Bandung (BR.NET).- Ratusan warga memadati kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di RW 05 Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (28/8/2025).

WAJIBDIBACA

Acara ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak, di antaranya AMAN Indonesia (Asian Muslim Action Network), Jaringan Inisiatif Strategis untuk Perdamaian (JISRA), Rumah Sakit Imanuel, Gerakan Kristen Pasundan (GKP) Dayeuhkolot, Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA), Yayasan RS Imanuel Herman Genten KAPAPANCEN, serta Pemerintah Desa Citeureup.

Tokoh masyarakat sekaligus Penasehat PRIMA, Tri Rahmanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan lintas iman.

“Kami ingin masyarakat terbantu dengan layanan kesehatan gratis, sekaligus memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga tanpa memandang perbedaan,” ucap Tri Rahmanto.

Dalam kegiatan ini, RS Imanuel menurunkan 5 dokter, 6 perawat, dan 6 apoteker. Layanan kesehatan gratis tersebut diperuntukkan bagi lebih dari 200 warga yang datang dari berbagai wilayah, mulai dari RW 16, RW 5, RW 17, RW 1, hingga RW 11.

Namun, satu pasien bernama Riki, warga RW 07 RT 01, harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena mengalami hepatitis dengan radang pada perut.

Dokter RS Imanuel, dr. Erma Charlotte M., menyebutkan bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan dari hasil pemeriksaan adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) dan infeksi saluran pernapasan.

“Mayoritas pasien yang saya periksa menderita hipertensi. Banyak juga yang mengalami infeksi saluran pernapasan. Hal ini penting untuk ditindaklanjuti, karena sebagian besar warga jarang memeriksakan kesehatan ke puskesmas, mungkin karena faktor jarak atau kesibukan,” jelasnya.

Selain itu, dr. Erma juga menyoroti adanya indikasi TBC (Tuberkulosis) pada beberapa anak yang mengalami berat badan rendah. Meski belum bisa dipastikan, ia menegaskan pentingnya screening TBC terutama bagi anak-anak dengan pertumbuhan yang kurang optimal.

Menurut dr. Erma, antusiasme warga cukup tinggi, terutama dari kalangan lansia yang datang untuk memeriksakan diri.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk tracing kesehatan. Warga cukup antusias, dan ini kesempatan bagi kami untuk memberikan edukasi agar pengobatan tidak berhenti hanya sampai di sini, melainkan harus berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar warga yang menderita penyakit kronis seperti hipertensi tidak berhenti mengonsumsi obat setelah acara selesai.

“Obat yang diberikan di sini hanya untuk beberapa hari. Setelah itu harus ada tindak lanjut ke puskesmas atau rumah sakit agar pengobatan berjalan kontinu,” tegasnya.

Menutup keterangannya, dr. Erma berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.

“Harapan saya, kegiatan ini jangan hanya sekali. Siapa pun penyelenggaranya, yang penting bisa membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan,” Tuturnya

Salah seorang perwakilan GKP ( Gereja Kristen Pasundan) Dayeuhkolot Klip, menuturkan dirinya sangat mengapresiasi Bhakti Sosial Cek kesehatan yang digelar di RW 05 Desa, Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot.

Kegiatan ini akan terus disosialisasikan,semoga dapat mengedukasi masyarakat dan berdampak positif serta di terima oleh masyarakat,dengan kegiatan ini kita semua bisa bekerjasama, serta menciptakan kedamaian”ucapnya

Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini harapan kami semoga masyarakat semakin sehat, sejahtera,dan bisa melakukan banyak hal bersama sama”harapnya

“Saya optimis bahwa di gelarnya Bhakti sosial program cek kesehatan gratis kepada masyarakat yang kurang mampu dan kelompok rentan dapat berjalan dengan baik,” ujar dia.***

Berita Selanjutnya

Discussion about this post

KOLOM