Garut, (BR.NET).- – Semangat kemerdekaan di kota maupun desa masih begitu terasa. Dari tingkat RT hingga nasional, masyarakat ramai memeriahkan hari bersejarah yang diperingati setiap 17 Agustus.
Tak ketinggalan, Sanggar Seni Dharma Wiwitan yang berlokasi di Kampung Calingcing RW 04, Desa Sindanglaya, Karangpawitan, Garut. Sanggar ini dipimpin oleh Ibu Nanan dengan pelatih muda Teh Dhea Riezki Auli, yang juga merupakan putri beliau. Sabtu (23/08/2025), sanggar tersebut turut memeriahkan perayaan HUT RI ke-80 dengan menampilkan berbagai tarian.
Dalam obrolan santai di sela acara, Ibu Nanan mengungkapkan bahwa Sanggar Dharma Wiwitan telah berdiri sejak dua tahun lalu.
“Saya selaku orang tua sangat mendukung apa yang dilakukan putri saya, Teh Dhea. Selama ini ia sudah mengikuti berbagai perlombaan seni tari, baik tingkat Kabupaten Garut maupun tingkat Provinsi, dan alhamdulillah berhasil meraih piala serta penghargaan,” tuturnya.
Masih menurut Ibu Nanan, keikutsertaan sanggar dalam perayaan kemerdekaan kali ini adalah bentuk kontribusi sekaligus upaya melestarikan budaya lokal.
“Dalam rangka HUT RI ke-80, kami bersama para orang tua murid Sanggar Dharma Wiwitan ingin ikut serta memeriahkan kemerdekaan bangsa dengan menampilkan kreasi anak-anak binaan. Selain itu, kami ingin menjaga seni tari Sunda, khususnya jaipongan, agar tidak punah,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, anak-anak tampil dengan mengusung tema “Budaya Nu Ngawiji, Persembahan Agung Pikeun 80 Taun Indonesia Merdeka.” Pertunjukan dibagi menjadi dua sesi.
Sesi pertama berlangsung pukul 13.30–16.50 WIB, ditutup dengan Tari Nusantara oleh 28 penari cilik.
Sesi kedua dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, menampilkan tarian kontemporer.
Acara berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari warga sekitar. (Tatang R)
Discussion about this post