Sumedang (BR.NET).- Ratusan warga dari tiga Desa (Sirnamulya, Mulyasari dan Desa Girimukti) menggelar aksi unjuk rasa menuntut uang ganti rugi dampak pembangunan Tol Cisumdawu, tepatnya di Kilometer 178 kawasan Binong, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara.
Aksi unras sempat memanas, warga berusaha menerobos jalan tol. Namun tidak berlangsung lama, petugas pengamanan langsung menghalau warga dan kembali menarik warga ke area pinggir jalan tol.
“Kami sudah kesal menuntut keadilan dan hak kami. Sejak awal pihak terkait dan pemerintah tidak pernah menanggapi, baik yang didalam ROW maupun diluar ROW, termasuk dampak yang punya warga,” kata Yoyo, salah seorang korlap aksi, kepada bandungraya.net, usai menggelar unras, Rabu (26/2/2025).
Menurutnya, ganti rugi dampak tol Cisumdawu masih banyak yang belum dibayarkan, mulai dari irigasi, sawah, termasuk penyelesaian jalan TNI yang hilang terkena dampak pembangunan Tol Cisumdawu.
“Kenapa pemerintah tidak peka terhadap tuntutan aspirasi warga terdampak, yang selama ini seolah dirampas. Inikan sudah berjalan selama 4 tahun, mana realisasinya?” keluhnya dengan nada kesal.
Sementara terpisah, Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono menyampaikan, bahwa kondisi di lokasi aksi unjuk rasa warga sudah berjalan kondusif.
“Situasinya sudah kondusif. Kita meminta pihak-pihak terkait agar menyampaikan kejelasan atas tuntutan dari masyarakat ini,” paparnya.
Kapolres menuturkan, untuk mengamankan aksi unjuk rasa, ratusan personel dari tim gabungan pun dikerahkan.
“Total personel yang dikerahkan ada 250 orang baik itu dari Polri, TNI, dan Pemkab Sumedang. Kami akan terus memfasilitasi dari mereka dengan menghadirkan pihak terkait lainnya,” tukasnya. (Gani)
Discussion about this post