CIPONGKOR (BR).- Dalam rangkaian kegiatan “Bandung Barat Lumpaaat Ngariksa Lembur” yang dilaksanakan di Kec. Cipongkor, Selasa (16/10) siang, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna tak bisa menahan rasa harunya hingga meneteskan air mata ketika meninjau rumah milik Saroh, salah satu warga Kp. Ciakar RT. 02 RW. 07 Desa Sarinagen yang keadaannya sangat memprihatinkan dan tidak layak huni.
“Saya tidak mengira kalau di KBB masih ada warga yang tinggal ditempat yang tidak layak seperti ini. Terlebih letaknya yang tidak jauh dari pusat pemerintahan Kec. Cipongkor,” ucapnya seraya meneteskan air matanya.
Saroh merupakan satu dari lima orang penerima bantuan bedah rumah tidak layak huni yang merupakan salah satu program Corporate Social Responcibility (CSR) Bank BJB Cabang Padalarang.
Melihat kondisi rumah yang kurang beruntung ini, Bupati didampingi beberapa pejabat dan Kepala Cabang Bank BJB Padalarang, Betty Rahmawati menyempatkan untuk singgah dan duduk didalam rumah yang berlantaikan “talupuh” bambu dan beratapkan terpal plastik ini sambil mendengarkan sedikit curhatan hati tentang kehidupan sehari-hari si empunya rumah.
Menurutnya, program bedah rumah ini perlu apresiasi sebagai bentuk kemanusiaan yang harus terus di lakukan oleh semua pihak, baik dari pemerintah, TNI, POLRI, dan stakeholder yang terkait agar masyarakat tidak mampu bisa lebih terbantu melalui program seperti ini.
Saroh, sang pemilik rumah mengqku bahwa dia dan anaknya sudah menempati rumah tersebut dengan kondisi yang memprihatinkan sejak bertahun-tahun lalu, dan dirinya tidak mampu berbuat banyak untuk memperbaiki nasibnya.
“Saya juga sebenarnya waswas untuk terus tinggal dirumah ini, terlebih dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang,” ujarnya.
Namun, dengan adanya bantuan bedah rumah ini, Saroh mengutarakan rasa syukurnya dan mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada seluruh pihak yag telah membantu memperbaiki rumahnya, terutama BJB dan Pemkab Bandung Barat.
Ditempat yang sama, Kepala Cabang BJB Padalarang, Betty Rahmawati mengungkapkan bahwa program bedah rumah yang dilaksanakan ini merupakan salah satu bentuk CSR pihaknya terhadap lingkungan yang khusus dilaksanakan di Kec. Cipongkor dan Sindangkerta.
“Tahun ini kami memberikan program bedah rumah tidak layak huni sebanyak 5 unit dengan nilai Rp.100 Juta, webagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan, terutama bagi masy yang tidak mampu,” katanya.
Betty menuturkan bahwa pihaknya akan selalu mensupport apapun program pemerintah daerah menuju Bandung Barat Akur dan Bandung Barat Lumpaaat. (BR.08)
Discussion about this post